Diduga Akibat Tawuran Antar Pelajar, Sekolah Dibakar

Diduga Akibat Tawuran Antar Pelajar, Sekolah Dibakar

ParigiMoutong-Gedung SMA 1 Bolano di Desa Wanamukti Utara, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dirusak dan dibakar oleh sekolompok pemuda, Minggu (29/9) sekitar pukul 11.45 WITA.

Akibatnya, ruang kantor SMA 1 Bolano serta 15 unit komputer bantuan pemerintah, satu unit CPU, dan tiga monitor ludes terbakar.
Sementara itu, empat gedung sekolah lainnya juga dirusak oleh kelompok pemuda, tiga di antaranya adalah kantin sekolah. Akibatnya, dua pintu rusak serta hampir seluruh kaca sekolah pecah.
Rumah Kepala Desa Wanamukti, Mulyadi, yang berada tak jauh dari SMA 1 Bolano juga jadi sasaran pengrusakan oleh kelompok pemuda tersebut. Bangunan bagian depan rumah Kepala Desa Wanamukti rusak serta beberapa kaca pecah.
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Zulham Efendi Lubis, mengatakan laporan yang diperoleh dari anggotanya di lokasi kejadian menyebutkan, sekitar 30 pemuda mendatangi SMA 1 Bolano sekitar pukul 11.40 WITA.
Diduga pengrusakan dan pembakaran gedung SMA 1 Bolano berkaitan dengan tewasnya Moh. Fahrul, korban perkelahian antar pelajar, yang dimakamkan sekitar pukul 10.50 WITA di Desa Lambunu Utara, Kecamatan Bolanu Lambunu, Minggu (29/9).
Personel kepolisian yang berusaha menghalau kelompok pemuda tersebut lebih sedikit, sehingga kelompok pemuda yang pada saat kejadian membawa senjata tajam jenis parang dan linggis, langsung melakukan pembakaran dan pengrusakan gedung SMA 1 Bolano.
Menurut Zulham, ketika mendapat laporan mengenai aksi pembakaran dan pengrusakan gedung SMA 1 Bolano, ia segera memerintahkan Kasat Intelkam, Zainuddin, bersama gabungan Sat Intelkam, Sat Reskrim, dan Sat Sabhara, melakukan pengejaran serta penangkapan terhadap para pelaku pembakaran SMA 1 Bolano.
“Kini, 4 pelaku pengrusakan dan pembakaran bernama Al-Fajri (14), Muh Faisal (17), Sunarno (40), dan Gakin (29), berhasil diamankan oleh pihak kepolisian,” ujarnya.
Sementara itu, polisi dibantu warga setempat berusaha memadamkan gedung sekolah yang terbakar.
Akibat peristiwa itu, sekolah harus meliburkan siswa SMA 1 Bolano selama 3 hari, terhitung Senin, 30 September hingga Rabu, 2 Oktober 2019.
“Saat ini personel gabungan Polres Parimo masih terus melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para pelaku,” kata Kapolres.
Jumlah kerugian akibat pembakaran dan pengrusakan gedung SMA 1 Bolano belum bisa dipastikan.

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares