JANGAN LUPA BAHAGIA

JANGAN LUPA BAHAGIA

Oleh : Kasman Jaya Saad

Kawandi salah satu groupWhatsApp selalu menulis kalimat ini; Jangan Lupa Bahagia Man. Kalimat kawan saya menjadi penting untuk dijadikan judul tulisan kali ini, setelah membaca laporanWorld Happiness Report (WHR) 2019 yang barusajarilis. Laporan terbaru itu terkait daftar negara-negara bahagia di dunia. Lagi-lagi, Finlandia menyabet gelar Negara paling bahagia di dunia. Negara di kawasan Scandinavia tersebut menduduki peringkat teratas dengan jumlah poin sebanyak 7.769. Di peringkat ke-2, Denmark menyusul dengan perolehan poin sebanyak 7.600. Disusul dengan Norwegia serta Islandia di peringkat tiga dan empat berturut-turut. Seperti juga Finlandia, Denmark, Norwegia dan Islandia, adalah juga terletak di kawasan Scandinavia.

Dari 156 daftar negara yang dirilis dalam laporan WHR tersebut, negeri kita, Indonesia berada di peringkat ke 92, meski mengalami kenaikan dibandingkan peringkat tahun sebelumnya (ke 96) perolehan poin sebanyak 5.192,  namun masih jauh tertinggal dengan negeri tetangga seperti Singapura, Thailand, Filipina dan Malaysia.Indikasi poin kebahagiaan yang dirilis oleh WHR disusun berdasarkan enam faktor. Enam faktor tersebut adalah jumlahpendapatan, harapan hidup sehat, dukungan sosial, kebebasan dan kemerdekaan, kepercayaan terhadap pemerintah yang berkaitan tingkat korupsi, dan kedermawanan warganegara.

Berarti, dapat dijelaskan bahwa negara paling bahagia, bukanlah negara maju atau negara kaya.  Negara Filandia dan Denmark bukanlah negara termaju di dunia. Dan  itu menunjukkan pula untuk bahagia tidak harus menjadi negara paling maju, karena bahagia memang tidak ditentukan dengan uang atau materi yang melimpah.

Kenapa negara-negara di kawasan Scandinavia ituwarganya lebih bahagia.  Menurut White (2019), karena mereka menikmati hidup tanpa harus berkelimpahan, hidup secukupnya serta tidak mau diperbudak dengan kesuksesan, gemar membagi dan mempunyai filosofi yang tak perlu kemaruk (ngoyo). Tingkat keinginan (ekspektasi) merekauntuk hidup mewah dan gemerlap menurut White sangat rendah.  Kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka bahagia. Jika gagal, mereka tidak terlalu larut dalam kesedihan, namun cepat bangkit. Ini menyebabkan tingkat stressorang di negara kawasan Scandinaviabegitu rendah.  Makin tinggi ekspektasi warga suatu bangsa, makin sering tidak puas (stress) dan sulit bahagia. Orang Jepang rata-rata gila kerjadan mempunyai ekspektasi yang tinggi dalam hidupnya oleh WHR, Indeks kebahagian orang Jepang hanya diurutan  58.

Dan  Survei lain, yang lebih memfokuskan hasil temuannya terkait kebahagian, menyimpulkan bahwa kebahagian orang di dunia tidak bertambah secara signifikan sejak tahun 1950.  Ini makin membuktikan bahwa modernisasi dengan kemajuan teknologi, pendidikan, ekonomi dan kemajuan lainnya yang dibanggakan manusia, tidak serta mertadapat membuat manusia bahagia.

Dan beberapa tokoh yang bisa diungkap, menjadi kisahpilumanusia modern, dipenuhiketenaran, kekayaan, dan kekuasaan, namun tak juga dapat menemukan hakekat kebahagian. Adalah Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya kekereta api, jika kekayaan itu membuatnya bahagia. Begitu juga Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga over dosis, jika ketenaran itu membuatnya bahagia. Dan G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri, jika kekuasaan itu membuatnya bahagia.Demikian juga yang dialami Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga over dosis, jika kecantikannya itu membuatnya bahagia. Dan Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi, jika kesehatan bisa membuatnya bahagia.

Jadi, bahagia atau tidaknya hidup seseorangitu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, seha tdan suksesnya. Namun yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinyasendiri, mensyukuri semua yang sudah dimiliki. Menghargai hidup diri sendiri dan  hidup orang lain.

Kebahagiaan itu tak ke mana, dan bukan dijabatandan kekayaan. Kebahagiaanituberada di dalamhatisetiapmanusia.Olehnyasiapapun bisa merasakan bahagia itu, yang dibutuhkan adalah pikiran yang tawadhu, hati  yang jernih, menikmati dan mensyukuri yang ada.Itu sebab,jangan lupa bahagia. Dan teruslah berbagi dan baik dengan sesama.

Akhirul kalam, meminjam cerita kawan lain.  Ada seorang anak bertanya kegurunya,” Aku ingin bahagia”. Dan gurunya tangkas menuntunnya dengan menjawab, “ Buang aku, dan lepaskan ingin dan yang tertinggal pasti sisa bahagia”. Tabe.

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares