Strategi Menangkal Serangan Spodoptera Frugiperda pada Tanaman Jagung

Strategi Menangkal  Serangan Spodoptera Frugiperda pada Tanaman Jagung

Palu-Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI), bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah dan Fakultas Pertanian Untad menggelar dialog ilmiah tentang upaya mengatasi serangan Spodoptera Frugiperda pada tanaman jagung strategi pengelolaannya baru-baru ini di Fakultas Pertanian Untad.

Sekretaris PEI Cabang Palu, Dr.Arfan mengatakan, dialog ilmiah itu menghadirkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang diwakili oleh Guntur Mega Utomo dan Profesor Shahabuddin dari Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) Cabang Palu.

Dialog Ilmiah itu membahas penyebaran serangan Spodoptera Frugiperda dan cara penanganannya serta meningkatkan kemampuan petugas lapang dalam mengenali hama spodoptera.

Hama Spodoptera Frugiperda kata Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Pertanian Unisa itu merupakan hama yang berasal dari Amerika yang menyerang tanaman Shorghum. Khusus di Sulawesi tengah sudah mulai menyerang tanaman jagung yang tersebar di kota Palu, Sigi, Donggala, Touna, Banggai, Tolitoli dan Buol.

Ia mengatakan, Kondisi ini semakin memperparah ekonomi petani, karena ketidakmampuan dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Ia melanjutkan, penyuluh pertanian juga dibuat kewalahan dalam menghadapi serangan hama ini, karena keterbatasan pengamat untuk menjangkau areal penanaman.

Ia berharap, Kedepan, dalam menangani serangan hama ini, pemerintah harus bekerjasama dengan beberapa stakeholder dan melibatkan sepenuhnya masyarakat tani sebagai korban serangan hama.

Ia juga menyarankan agar Dinas terkait dan stakeholder menyusun program pengendalian baik jangka panjang maupun jangka pendek, mengingat, jenis hama ini tergolong sangat aktif atau biasa disebut hama polifag, kuat makan, aktif siang maupun malam hari.

Untuk menangkal serangan hama ini menurutnya, segera melakukan penelitian tentang Intensitas serangan, dan kehilangan hasilnya serta melaksanakan penelitian tentang keseimbangan ekologi, keanekaragaman dan persebaran pada inang alternatif.

Strategi lainnya kata pakar Pertanian Unisa ini, segera melakukan Pelaksanaan Pengelolaan Hama Terpadu (PPHT), dengan memetakan pengendaliannya serta melakukan Eradikasi, dan menghentikan penanaman untuk areal yang terserang.

Dialog ilmiah itu kata Arfan melahirkan rekomendasi dan strategi pengendalian dengan Entomopatogen, penelitian diarahkan kebahan aktif NPV-FAW, penggunaan abu dapur, penggunaan sekam efektif yang berfungsi untuk menekan, penggunaan metharizium, serta melakukan pengamatan sedini mungkin dan menanam rumput gadjah diareal pertanian

Turut hadir pada acara dialog ilmiah itu antara lain AlamAnshary, Ketua Jurusan HPT Dr. Irwan Lakani, Guntur dari UPTD BP4.(RL)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares