CNE akan bangun kembali Mal Tatura Palu

CNE akan bangun kembali Mal Tatura Palu

Palu-wartakiat | PT Citra Nuansa Elok (CNE), sebuah Badan Usaha Milik Daerah Kota Palu akan membangun kembali Mal Tatura Palu seluas 50.000 meter persegi dengan konstruksi bangunan tujuh lantai.

Direktur Utama PT CNE Muhammad Sandiri di Palu Senin mengatakan pembangunan kembali pusat perbelanjaan yang rusak akibat dampak bencana gempa 7,4 skala rishter tahun 2018 itu diperkirakan menelan biaya sebesar Rp300 miliar.

“Kita mulai membangunnya pada 20.02.20 (20 Februari 2020),” kata Muhammad Sandiri.

Dia menambahkan tahap awal ini perusahaan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp86 miliar untuk membangun kembali mal tersebut setelah sebelumnya rusak berat akibat gempa pada 28 September 2018.

Sandiri mengatakan pembangunan mal sebanyak tujuh lantai itu akan didukung sepenuhnya oleh Bank Sulteng dan sejumlah tenan yang akan pertama menempati mal  di Kota Palu itu.

Menurut dia, mal yang rusak berat akibat dihantam gempa tersebut dirancang kembali oleh enam bidang konsultan antara lain konsultan perencana, amdal, andalalin, dan konsultan pemasaran.

“Semua kita percayakan kepada konsultan lokal,” kata Memet,  sapaan akrab Muhammad Sandiri.

Memet mengatakan pembangunan kembali mal tersebut dua kali lebih luas dari mal sebelumnya yakni 49.579 meter persegi. Sementara sebelumnya hanya sekitar 25.000 meter persegi.

Mal ini memiliki lima lantai ke atas dan dua lantai ke tanah dan dilengkapi lima tangga lift masing-masing kapasitas 15 orang, 20 unit eskalator, dan empat unit tangga darurat.

Memet mengatakan gedung mal tersebut telah didesain oleh para ahli perencana konstruksi dari PT. Aditama Karya Consultan Engineering dengan melibatkan ahli madya geotekhnik, teknik sipil rekayasa struktur, ahli geolistrik dan ahli tata ruang.

Dengan pelibatan para ahli tersebut, Memet meyakini gedung mal yang akan dibangun nantinya telah memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi para pengunjung dan karyawan terhadap gempa.

“Para ahli sudah mempertimbangkan berbagai kondisi termasuk dalam kondisi terburuk seperti pada gempa 28 September 2018,” katanya.

Sementara itu salah seorang konsultan perencana dari Universitas Tadulako Dr Ir Anwar Dolu, ST. MT mengatakan rencana pembangunan gedung tersebut telah melakukan penelitian atas kondisi tanah dan referensi kegempaan yang pernah terjadi di Palu sejak tahun 1923.

Dia mengatakan gempa 28 September 2018 yang mengguncang Kota Palu merupakan gempa tercepat di dunia sehingga menjadi salah satu pertimbangan dari para perencana.

“Kita akan kombinasi pondasi pancang dan pondasi rakit,” katanya.

Lokasi mal yang berada di Tutura merupakan zona aman karena berada sekitar tiga kilometer sesar palu koro, dan 2.800 meter dari pantai.

Selain itu, kata Anwar, lokasi juga berada di atas tanah keras setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan sondir SNI di sejumlah titik pengeboran dengan kedalaman 20 meter.

“Kedalaman 18 meter tanahnya sudah sangat padat,” katanya.

Dia mengatakan tiang pancang gedung tersebut kata Anwar akan menyentuh sampai kedalaman tanah paling keras dengan menggunakan tulangan besi ulir 25.

“Satu kolom kita menggunakan 45 batang besi. Demikian juga balok kita gunakan sesuai rasio,” katanya.

Desain gedung Mal Tatura Palu tersebut telah dipresentasikan di tengah publik  pada 12 Januari 2020 di sebuah caffe di Kota Palu.

Direktur Utama PT Aditama Karya Consultan Engineering, Abdul Rahman ST mengatakan sebagai arsitek timnya tidak ingin terjebak pada lubang yang sama setelah sebelumnya gedung tersebut rusak berat akibat gempa.

“Sehingga perlu didesain kembali secara terintegrasi,” katanya.

 

(antaranews)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares