Dosen UNUGo Lakukan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SMAN 1 Mananggu

Dosen UNUGo Lakukan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SMAN 1 Mananggu

Gorontalo-wartakiat | Dosen Program Studi D4 Terapi Gigi, Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGo) Zulkarnain,SKM.,M.Kes, baru-baru ini melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada remaja di SMAN 1 Mananggu Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Zulkarnain mengatakan, kegiatan itu merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat.

Ia juga melibatkan mahasiswa semester tiga prodi terapi Gigi Universitas Nahdlatul Ulama untuk menambah pengetahuan mereka.

Zulkarnain menyasar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Mananggu. Ia mengajak para siswa menjaga kesehatan gigi dan mulut.

” Menjaga kesehatan gigi dan mulut ini sangat penting sebelum terjadinya penyakit dental karies atau karies gigi,” katanya.

Materi penyuluhan dipresentasikan secara menyenangkan dengan metode pelayanan kesehatan promotif dan pelayanan kesehatan preventif.

Menurutnya, ahli terapis gigi adalah mitra dokter gigi dengan tugas pelayanan kesehatan promotif dan preventif, akan tetapi seorang terapis gigi dibatasi untuk pelayanan kuratif.

Ia menguraikan, faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies, selain faktor bakteri adalah host/permukaan gigi, saliva, substrat dan waktu.

Menurutnya, karies rentan terjadi pada anak-anak, namun juga bisa terjadi pada anak remaja, karena pada usia 12-13 tahun merupakan masa maturasi email setelah erupsi sehingga menyebabkan karies mudah terjadi.

Ia menjelaskan, karies adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Pada tahap awal munculnya, penderita tidak merasakan sakit, namun pada tahap selanjutnya penderita akan mengalami rasa sakit baik pada gigi tersebut maupun gigi lain disekitarnya.

“Karena kurangnya pengetahuan, masyarakat kita masih menganggap remeh kesehatan gigi dan mulut padahal ini juga bisa membahayakan jiwa kita,” katanya

Menurutnya, faktor luar juga turut mempengaruhi, antara lain, faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, sosial ekonomi, lingkungan, sikap dan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut.

 

(rl)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares