Ratusan Jamaah Haji Kota Palu Lakukan Pengukuran Kebugaran

Ratusan Jamaah Haji Kota Palu Lakukan Pengukuran Kebugaran

Palu-wartakiat |Ratusan jemaah haji Kota Palu antusias mengikuti pengukuran kebugaran kesehatan di asrama haji Sulawesi Tengah dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan jemaah haji. Sabtu, (1/2).

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr. dr. Eka Jusup Singka, M. Sc pada kesempatan itu mengajak jamaah haji Kota Palu agar menjaga kesehatan, tetap bugar, dan banyak minum air putih sebelum keberangkatan maupun setelah berada di tanah suci.

Menurutnya, jemaah haji rata-rata mengidap penyakit tidak menular seperti, hipertensi, diabethes, sesak nafas, penyakit jantung dan penyakit ringan lainnya.

” Jemaah haji dengan penyakit tersebut belum masuk grade 4, artinya masih bisa berangkat, namun dengan catatan jemaah mau mengendalikan faktor risiko penyakit yang ada pada diri masing-masing,” katanya.

Ia mengatakan, wujud pengendalian faktor risiko penyakit itu para jamaah diharapkan disiplin minum obat selama berada di Arab Saudi, jangan memaksakan diri dalam beribadah, jika sudah merasa lelah agar istirahat.

Menurut dr Eka Jusup Singka, pembinaan kesehatan mulai diberikan sejak pertama kali jemaah haji mendaftar dan mendapatkan nomor porsi. Pembinaan itu bertujuan agar jemaah haji tetap dalam kondisi sehat, bugar dan mengendalikan faktor risiko penyakit selama menunggu jadwal keberangkatan ke tanah suci yang rata-rata lebih dari 15 tahun.

Ia melanjutkan, pembinaan diberikan pada jemaah haji yang akan berangkat pada tahun berjalan hingga 2 tahun menjelang keberangkatan agar kesehatan, kebugaran para jemaah tetap terjaga dan faktor risiko penyakit tetap terkendali sehingga dapat melaksanakan rukun, wajib dan sunah ibadah haji saat berada di tanah suci dalam kondisi sehat dan bugar.

Pantauan media ini, ratusan jemaah haji Kota Palu terlihat mengikuti pemeriksaan berat badan, tinggi badan dan tekanan darah dan skrining untuk menentukan metode pengukuran kebugaran yang bisa diikuti oleh masing-masing jemaah haji.

Selanjutnya jemaah haji melakukan pemanasan dan peregangan yang dipandu oleh Dinas Kesehatan Kita Palu dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat yang sedang mengikuti blok Haji salah satu mata kuliah pilihan profesi dokter selain blok penyelaman.

Dilanjutkan dengan pengukuran kebugaran dengan metoda Rockpot yaitu berlari, berjalan cepat atau berjalan mengitari halaman di asrama haji sebanyak 5 putaran (1.600 m).

Bagi jemaah calon haji yang memiliki riwayat kesehatan tertentu tidak dapat mengikuti pengukuran kebugaran dengan metode Rockpot, mereka hanya dilakukan pengukuran kebugaran dengan metoda six minute walking test, yaitu berjalan menempuh rute tertentu selama 6 menit yang kemudian diukur jarak yang mampu ditempuh jemaah haji tersebut.

Hasil pengukuran kebugaran tersebut menjadi sangat penting untuk menentukan kategori kebugaran jemaah haji apakah dalam kondisi sangat baik, baik, cukup, kurang atau buruk. Hasil ini sebagai informasi dasar untuk menentukan metoda dan frekuensi latihan yang harus dilakukan jemaah calon haji agar kebugarannya meningkat saat keberangkatan ke Arab Saudi.

Ketua Panitia drg. Lutfiah yang juga Kepala Bidang P2P dan Kesling Dinas Kesehatan Kota Palu dalam laporannya menyampaikan, bahwa pembinaan kesehatan secara terpadu yang dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan Permenkes 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, dan Permenkes 62 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan  Kesehatan Haji.

Pemerintah Kota Palu yang diwakili oleh Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said, menyampaikan jemaah haji harus bersyukur karena mendapat kesempatan berangkat haji. Sebab, kata Sigit, tidak semua orang kaya mendapatkan panggilan Allah SWT menunaikan ibadah haji.

” Atas nama pribadi dan pemerintah Kota Palu jemaah haji meminta jemaah agar menjaga kesehatannya sejak sebelum keberangkatan hingga ditanah suci agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan mendapatkan haji mabrur,” katanya.

Wawali juga meminta jemaah haji Kota Palu agar memperbaiki dan meluruskan niat dalam menunaikan rukun Islam yang kelima itu. Niat karena Allah, tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah hanya karena merasa malu pada teman, saudara atau tetangga jika tidak bisa mencapai target ibadah tertentu.

” Jika memang sudah merasa lelah, sebaiknya pergunakan waktu untuk istirahat, minum air putih agar kembali bugar, ikuti anjuran petugas kesehatan yang mendampingi bapak/ibu,” katanya.

Selain itu, perbanyak makan buah dan sayur, pergunakan alat pelindung diri (APD) saat berada diluar penginapan, sering minum air putih 1-2 gelas setiap jam, jangan menunda mengkonsumsi makanan yang sudah dibagikan.

 

(rl)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares