Rektor Unisa Tantang Dekan Fekon Buka Prodi Baru

Rektor Unisa Tantang Dekan Fekon Buka Prodi Baru

Palu-wartakiat| Fakultas Ekonomi (Fekon), Universitas Alkhairaat (Unisa), sejak berdiri tahun 1989 hingga saat ini masih memiliki satu program studi. Sudah saatnya fakultas ini melakukan upaya terstruktur untuk menambah program studi baru, bahkan tidak hanya itu, fakultas ekonomi dengan status akreditasi B memungkinkan membuka program Pascasarjana.

Hal itu dikemukakan Rektor Unisa, Dr.Umar Alatas usai mengambil sumpah jabatan Dekan terpilih Abdul Rahman Assegaf, periode 2020-2024 di aula Lembah Palu, kampus Unisa, Rabu, (2/9).

Untuk menjawab kebutuhan stakeholder atau pengguna kata Rektor, pimpinan harus jeli melihat peluang, salah satunya dengan menjajaki pembukaan program studi baru, dengan berkoordinasi dengan pimpinan Universitas dan sejumlah pihak terkait.

” Saya menantang Dekan yang baru dilantik ini, masih muda, energik tentu semuanya bisa tercapai dengan ketersediaan sumber daya yang ada, tahun 2021 saya harap bisa tercapai pembukaan program studi baru di fakultas ekonomi, fakultas lain juga saya pikir sama-sama berkompetisi membaca peluang para pengguna kita,” kata Rektor.

Turut dilantik, Wakil Dekan bidang Akademik,Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Umar. Wakil Dekan bidang Keuangan, Adminitrasi Umum dan Personalia, Kamal dan Ketua Program Studi Manajemen, Muhammad Rezal Aljufri.

Pada kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan progres rencana pelaksanaan wisuda sarjana strata satu yang saat ini masih menunggu rekomendasi dari LLDIKTI wilayah IX Sulawesi.

Selain itu, Rektor juga memaparkan trend penerimaan mahasiswa baru yang mengalami peningkatan.

“Saya mengajak kita semua yang memiliki jaringan diluar untuk mengajak anak-anaknya kuliah di Unisa, termasuk kedokteran alumninya sudah tidak diragukan lagi, sudah terbukti berprestasi hingga tingkat nasional,” tambah Rektor

Terkait dengan infrastuktur, Rektor mengatakan, saat ini tengah dikebut master plannya oleh yayasan.

“Jadi fokus kita adalah peningkatan SDM dan Infrastruktur, olehnya mari kita membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan,” pungkasnya.(rl)

Ridwan Laki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares