Dosen Untad Latih Kelompok Tani Bakubakulu Manfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu

Dosen Untad Latih Kelompok Tani Bakubakulu Manfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu

Palu-wartakiatΙ Dosen Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako (Untad), Abdul Hapid bersama tim abdimas Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) lakukan pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu, pohon aren atau arenga pinnata M di wilayah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), khususnya di desa Bakubakulu.

Pada wartakiat.com  Abdul Hapid baru-baru ini mengatakan, kegiatan pengabdian yang mereka lakukan bertujuan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Salah satu hasil hutan bukan kayu yang berpotensi untuk dikembangkan kata Hapid adalah pohon aren atau arenga pinnata M. Pohon aren atau enau lanjut Hapid merupakan tumbuhan yang multi guna dan menghasilkan bahan industri yang sudah dikenal sejak dahulu kala.

“Tujuan kegiatan pengadian ini untuk meningkatkan produktivitas pemanfaatan hasil hutan bukan kayu produk aren yang ada di daerah penyangga Taman Nasional Lore Lindu khususnya di desa Bakubakulu dengan harapan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar TNLL menjaga keutuhan fungsi kawasan Taman Nasional Lore Lindu,”ujarnya.

Wardah, tim abdimas menambahkan, dalam menjalankan programnya mereka mengawali dengan observasi, sosialisasi dan pelatihan cara pembuatan kolang-kaling dan gula semut dari nira aren. Pelatihan itu kata Wardah menggunakan metode ceramah, diskusi dan tutorial. Metode ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman yang lengkap kepada para peserta tentang pembuatan gula semut dari nira aren dan pembuatan kolang-kaling dari buah aren.

“Hasil kegiatan pengabdian kami menunjukkan bahwa mitra dapat memahami proses pembuatan kolang-kaling dan palem sugar dari awal sampai proses pengemasan sehingga nilai jual produknya bertambah yang secara otomatis meningkatkan pendapatan kelompok tani mitra,”sebutnya.

Sudirman Dg.Massriri tim abdimas mengatakan potensi desa Bakubakulu kecamatan Palolo kabupaten Sigi yang merupakan salah satu desa yang ada di kawasan penyangga TNLL memiliki potensi aren yang tinggi dan tumbuh secara alami dilokasi agroforestri, kawasan TNLL.

Pohon aren yang tumbuh secara alami itu kata Sudirman sejak dahulu dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai sumber pendapatan gula cetak dari nira aren yang proses pengolahannya masih dilakukan secara tradisional yang diperoleh secara turun-temurun dan belum ada usaha diversifikasi produk nira.

”Disini kami hadir melakukan pelatihan dan pendampingan, gula cetak dapat ditingkatkan mutunya dengan dibuat dalam bentuk dan kemasan yang lebih menarik, sehingga harga jual dan jangkauan pemasarannya lebih luas. Selain itu, nira aren dapat juga diolah menjadi gula cair, gula semut atau palm sugar, asam cuka dan spritus yang bernilai ekspor,”jelasnya.

Hamka, tim abdimas lainnya menambahkan, pelaksanaan kegiatan pengabdian difokuskan pada pelatihan pembuatan gula semut. Kegiatan itu kata Hamka, dikoordinasikan dengan warga setempat, Kepala Desa dan anggota kelompok mitra dalam pembuatan gula semut.

“Kami melakukan berupa penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, pendampingan dan monitoring dan evaluasi. Materi penyuluhan yang diberikan antara lain, cara penyadapan nira untuk memperoleh nira aren yang bersih, cara pengolahan nira aren untuk menghasilkan gula semut yang bernilai gizi tinggi sebagai salah satu produk ekspor dan pola manajemen pemasaran palm sugar hingga pengemasan gula semut yang lebih menarik dan tahan simpan”jelasnya.

Hamka melanjutkan, untuk kesinambungan program, mereka melakukan pendampingan secara periodik memantau perkembangan produksi gula semut dilokasi mitra agar tetap berkelanjutan. Selain itu juga dilakukan evaluasi secara periodik untuk keterampilan penguasaan teknologi pengolahan gula semut dan pola manajemen usaha pertanian sehingga kegiatan ini dapat berkelanjutan.

Ketua tim abdimas, Abdul Hapid juga mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang telah membiayai kegiatan pengabdian ini melalui skim PPDM.
(rl)

Ridwan Laki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares