Kowunat Unisa Peringati Isra’ Mi’raj

Kowunat Unisa Peringati Isra’ Mi’raj

Palu-wartakiat.com| Korps Wanita Universitas Alkhairaat (Kowunat), memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dua hari lalu, Jumat, (19/3) di aula Fakultas Agama Islam.

Ketua Panitia, Dr. Lisa Indriani Bangkele dalam laporannya mengatakan, terselenggaranya kegiatan keislaman itu berkat kerjasama dan kekompakan Wanita Universitas Alkhairaat dalam mensukseskan kegiatan itu.

“Walaupun cukup singkat waktu yang diberikan, namun alhamdulilah kegiatan berjalan lancar dan sukses, ini berkat kerjasama seluruh anggota Kowunat,” kata Wakil Dekan II Fakultas Pertanian itu usai acara.

Rektor Universitas Alkhairaat (Unisa), Dr. Umar Alatas mengapresiasi kegiatan keagamaan yang di prakarsai oleh Kowunat itu. Menurutnya, Kowunat telah banyak memberikan kontribusi bagi Unisa khususnya dalam pembinaan dan pemantapan nilai-nilai keislaman bagi Wanita Universitas Alkhairaat, baik yang bekerja di Unisa maupun istri para pejabat Unisa. Ibarat dua sisi mata uang keduanya tidak bisa terpisahkan.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Idrus M.Said yang diamanahkan memberikan sambutan pada kesempatan itu berharap kedepannya kegiatan keislaman lebih semarak lagi. Karena fitrah seorang ibu itu merangkul.

” Kedepan, kegiatan semacam ini lebih semarak lagi, rangku seban8 mungkin wanita Unisa termasuk para mahasiswinya,” tegas dosen Hukum Keluarga Fakultas Agama Islam itu.

Dia juga mengakui Kowunat dibawah kepemimpinan ibu Sy. Rugaiyah Alhabsy saat ini telah banyak memberikan kontribusi bagi Unisa.

Sementara itu, Dr. Abdul Gafar Mallo dalam hikmah Isra’ Mi’raj menekankan pentingnya iman dan taqwa dalam mewujudkan jiwa yang kuat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Pondasinya keimanan dan ketaqwaan, kita harus banyak berjalan atau hijrah. Semangat Isra’ Mi’raj adalah meraih kebahagiaan. Allah memperjalankan nabi Muhammad untuk menghibur nabi yang bersedih setelah ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya,” sebut Dekan Fakultas Agama Islam itu.

Dia mengatakan, untuk mencapai keberhasilan dakwah, harus diawali dengan hijrah atau berjalan.

Untuk menyiapkan suasana atau situasi yang mendukung kearah itu kata Abdul Gafar harus diawali dengan berjalan. “Untuk menjadi lebih baik kita harus berpindah pindah,” singkatnya.

Dekan FAI juga menyentil ungkapan Imam Syafi’i,”Saya melihat jika air hanya dalam satu tempat saja, maka lambat laun air itu akan rusak, berbeda jika air itu mengalir maka akan mendatangkan manfaat bahkan akan menjadi suci”.

Diakhir ceramahnya, Dekan FAI mengungkapkan lima hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa Isra’ Mi’raj. Pertama, menghilangkan kesusahan, Allah memperlihatkan suasana yang membuat nabi tidak bersedih lagi. Kedua, ada kehidupan baru atau wa’tisaabu maisa. Ketiga, mendapatkan ilmunpengetahuan. Malaikat Jibril memberikan penjelasan terhadap apa yang dilihat oleh Nabi. Keempat, perubahan karakter dalam kehidupan dan terakhir mendapatkan teman atau sahabat baru.

Turut hadir, Rektor Universitas Alkhairaat, Dr. Umar Alatas, Wakil Rektor II, Marjun, Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Arfan, Ketua LPM, Idrus M.Said, Kepala BAUPK, Hardi Ligua, Wakil Dekan III FAI, Muhammad Faisal dan mantan Wakil Rektor II Unisa, Dr. Muhammad Yasin.

Laporan: Ridwan Laki

Ridwan Laki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares