Tugas Berakhir, Air Mata Warga Lembata Iringi Kepulangan Tim Medis FK Unisa

Tugas Berakhir, Air Mata Warga Lembata Iringi Kepulangan Tim Medis FK Unisa

Palu-wartakiat.com Ι  Misi Kemanusiaan yang diemban Tim Bantuan Medis (TBM), Arteria Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Alkhairaat (Unisa), yang dikirim ke kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah berakhir. Kepulangan mereka diiringi air mata warga Lembata, khususnya  yang telah mendapatkan pelayanan medis.

” Selain masa tugas kami sudah berakhir, berdasarkan hasil evaluasi tim medis, tenaga tim medis di kabupaten Lembata sudah mencukupi, seriring dengan kedatangan dari pusat KRSI 845 Semarang di pulau Lembata,” kata dr Mohamad Zulfikar melalui pesan WhatsApp pada wartakiat.com, Kamis, (15/4).

Sebelum bertolak meninggalkan pulau yang banyak meninggalkan kenangan itu, mereka menyempatkan mendistribusikan bantuan ke beberapa titik pengungsian di kabupaten Lembata.

Berdasarkan hasil asesement dibeberapa titik pengungsian, kata dr Zulfikar, mereka memetakan tempat distribusi agar tepat sasaran, yakni, di posko utama, posko pengungsian di desa Tadonara, desa Napasabo, dan kampung Kalabahi 1 desa Tadaliti.

“Khusus kampung Kalabahi desa Tadaliti berdasarkan hasil asesmen yang kami lakukan, desa yang cukup terpencil ini belum sama sekali mendapatkan bantuan,” kata dr Zulfikar.

Dia melanjutkan, titik distribusi sembako dari masyarakat Sulawesi Tengah itu mereka salurkan melalui posko relawan lokal. Relawan lokal ini, kata dr Zulfikar banyak membantu mereka khususnya mengakomodir evakasuasi pada saat bencana .

Usai melakukan  pendistribusian sembako, tim melaporkan hasil pelayanan medis yang telah mereka lakukan ke dinas Kesehatan setempat dan RSUD Lawoleba sekaligus berpamitan.

“Tim juga melaporkan langsung kegiatan pelayanan medis selama di Lembata kepada Sekretaris Daerah (Sekda), Lembata yang juga Ketua Penanganan Bencana, sekaligus berpamitan untuk kembali
ke Palu,”ujarnya.

Dokter Spesialis Bedah ini memaparkan rute kepulangan mereka, menggunakan kapal cepat Inna Maria via laut  menuju kota Larantuka. Dari Larantuka menggunakan mobil menuju kota Maumere. Setelah bermalam di Maumere, keesokan harinya tim terbang ke Palu, via pesawat udara transit Denpasar.

Laporan: Ridwan Laki

Ridwan Laki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares