Kowunat Unisa Peringati Isra’ Mi’raj, Rektor; Shalat Jernihkan Pikiran

Kowunat Unisa Peringati Isra’ Mi’raj, Rektor; Shalat Jernihkan Pikiran

Palu-Wartakiat| Korps Wanita Universitas Alkhairaat (Kowunat), baru-baru ini memperingati Isra’ Mi’raj 1443 Hijriah, di Mushollah Annajah, Kompleks Universitas Alkhairaat Palu.

Rektor Universitas Alkhairaat, Dr. Umar Alatas, S.Pi.,M.Si, dalam sambutannya mengatakan, salah satu makna shalat adalah selalu menundukkan kepala untuk menjernihkan pikiran.

“Selaku pimpinan, saya memberikan apresiasi pada kowunat, seperti kita ketahui bersama bahwa shalat itu adalah tiang agama, sementara perempuan adalah tiang negara, jadi sangat pas kegiatan ini dilaksanakan oleh perempuan Unisa yang tergabung dalam Kowunat ini,”jelas Rektor.

Isra’ Mi’raj yang mengusung tema “Membangun Akhlakul Karimah dan Memperkuat Kesalehan Individu dan Sosial melalui Perjalanan Suci Nabi Muhammad Saw itu kata Rektor hendaklah diimplementasikan oleh sivitas akademika Unisa, khususnya para mahasiswa.

“Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini mahasiswa wajib menjalalankan perintah shalat sebagai bukti ketundukan kita pada Allah untuk mengasah kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual kita,”kata Rektor.

Sementara itu pembawa hikmah Isra’ Mi’raj, Dr Ali Imran mengungkapkan salah satu
ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah kagum dan mengagungkan Allah. Peristiwa agung dan yang dikagumkan, kata Dr Ali Imran
Allah dzat yang maha agung, dzat yang maha besar, yang dikagumi yang ditakjubi, yang tidak bisa dilalui oleh nalar manusia.

“Disinilah letak keimanan kita manusia.Ujian besar orang bagi beriman saat terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj yang dikabarkan oleh Rasulullah Saw,”ungkapnya.

Terkait dengan peristiwa ini, ustadz Ali Imran menceritakan, Rasulullah sempat dilarang oleh salah seorang kerabatnya untuk tidak mengabarkan peristiwa yang tidak masuk akal itu, karena pasti banyak diantara mereka yang tidak percaya bahkan berpaling bahkan tidak sedikit yang mendustainya.

Namun, Rasulullah wajib menyampaikan risalah perintah shalat dari Allah itu apapun konsekuensinya, sebagai penyampai dakwah atau tabligh.

Turut hadir warga masyarakat kompleks Unisa, jalan Tanjumbulu, Diponegoro, Wr. Supratman dan Bantilan. Serta para Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Senat, dosen, pegawai dan mahasiswa Unisa.

Penulis; Ridwan Laki

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.