Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Jaring Asmara, Ini Keluhan Warga Palupi

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Jaring Asmara, Ini Keluhan Warga Palupi

Palu-Wartakiat| Kunjungan Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, kali ini benar-benar dimanfaatkan warga untuk menyampaikan uneg-unegnya. Wali Kota, tiba di gedung serbaguna kelurahan Palupi, jam 10.00 Wita, disambut Lurah Palupi, Muhammad Zakaria, Camat Tatanga, Mohammad Yusuf dan sejumlah tokoh masyarakat setempat, Ahad, (3/7).

Setelah menyalami satu persatu warga yang sudah menunggu, Wali Kota, H. Hadianto Rasyid langsung memimpin sendiri tanya jawab, yang diawali dengan pemaparan singkat program Wali Kota Palu, antara lain, setiap sabtu-ahad turun ke kelurahan dan desa untuk menyerap dan mendengarkan langsung aspirasi warga kota Palu.

“Sejak dilantik, saya sudah programkan setiap sabtu-ahad, turun lapangan mengidentifikasi secara langsung keluhan warga yang luput dari perhatian pemerintah, termasuk di kelurahan Palupi ini, sebenarnya sudah terjadwal beberapa bulan lalu, waktu itu saya kurang sehat, jadi mohon maaf baru bisa hadir langsung hari ini. Silahkan sampaikan kepada saya, agar sesuatu yang mis bisa langsung saya luruskan, kita saling mendengarkan,”katanya.

Selain turun langsung sabtu-ahad, wali kota juga menerima warga di kediamannya usai shalat shubuh hingga pukul tujuh pagi, pemerintah kota palu juga sudah menyiapkan website, aplikasi lapor wali kota, yang bisa diakses oleh warga kota palu kapan saja.

Acara yang berlangsung tidak kurang dua jam itu benar-benar dimanfaatkan oleh para ketua RW/RT, majelis taklim dan ibu-ibu PKK kelurahan Palupi untuk menyampaikan uneg-unegnya. Harmani, misalnya, anggota majelis taklim Al Muhajirin ini meminta solusi terkait rumah warga yang tidak ditinggali lagi sudah ditumbuhi rumput dan pepohonan liar dan dipenuhi sampah, lain halnya dengan Ridwan, Ketua RT 01 RW 06 menyoroti pemukiman di lingkungannya, BTN Puskud sebagian belum diaspal, air sumur bor yang berbau serta pengelolaan sampah.

Senada dengan Ridwan, ketua RW 02, Fathi Mascati berharap pemerintah kota tidak mempersulit warga menggunakan aplikasi pembayaran retribusi sampah, karena belum semua warga melek teknologi, juga tidak  mengarahkan warga melakukan pembayaran tunai ke kantor Dinas Lingkungan Hidup.

Selain itu, ia meminta wali kota untuk membangun kantor kelurahan Palupi yang baru, karena yang ditempati saat ini hanya bekas kantor koperasi milik BKM. Semetara itu, Abdullah, Ketua RW 05, mengeluhkan alat pencacah sampah dan sejumlah sarana prasarana pendukung lainnya yang masih dibutuhkan untuk mendukung program bank sampah di kelurahan Palupi.

Ridwan Laki, Ketua RT 05 RW 07 meminta wali kota untuk memberikan apresiasi kepada warga yang taat membayar retribusi sampah dan kelompok warga yang mendukung program pemerintah kota Palu serta perbaikan drainase yang juga menjadi salah satu sumber konflik warga.

Nasaruddin Abd Kadir, Ketua RT 05 RW 03 menyoal kinerja developer yang tidak menyiapkan ruang terbuka hijau, sarana fasilitas umum, yang pada akhirnya lingkungan terlihat semrawut tidak tertata dengan baik.

“Coba kita lihat bersama, kabel PLN tertumpu diatas bumbungan rumah warga, itu bisa berbahaya untuk keselamatan kita jika tidak cepat ditangani,”sorotnya.

Selain itu, Ia juga menyoroti mobil dum truk bermuatan pasir yang saban hari lalu lalang dijalan pemukiman dengan ruas jalan yang sempit serta meminta dukungan Wali Kota Palu agar kelurahan Palupi disupport sebagai salah satu lokasi budidaya anggur.

Terkait dengan kesadaran warga, Perkasih, Ketua RT 04 RW 02 menilai kesadaran warga masih rendah, hal itu dibuktikan dengan masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan, ia mengaku masih sering melihat warga yang melempar sampah di sekitar masjid Nur Addin Al Fatah. Imam masjid sekaligus sebagai Ketua DMI kecamatan Tatanga itu meminta camat Tatanga memperhatikan hal tersebut. Mengingat, lokasi masjid itu masuk wilayah kelurahan Tavanjuka.

Ditempat yang sama, Uspiah M. Mardjanu, mengeluhkan keberadaan drainase, menurutnya, sejak pertama hingga saat ini kompleks pemukimannya tidak dibuatkan drainase, sehingga jika musim hujan, beberapa rumah warga terendam banjir.

Wali Kota,H. Hadianto Rasyid mencatat dan menjawab semua masukan dari warga, ia berjanji akan menindaklanjuti dan menyelesaikannya satu persatu, sebelum masa jabatannya berakhir.

Turut hadir mendampingi wali kota Palu, Kadis Perumahan dan Permukiman, Zulkifli, Kepala Bappeda, Arfan, Kepala BPKD Hajar, Sekretaris PU, Ismayadin, Kabid DLH, Hisyam Baba, Camat Tatanga, Mohammad Yusuf dan Lurah Palupi, Muhammad Zakaria

Laporan Ridwan Laki

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.