Sepuluh Pelaku Ilegal Fishing Asal Desa Tursiaje diamankan di Pulau Simogaling

Sepuluh Pelaku Ilegal Fishing Asal Desa Tursiaje diamankan di Pulau Simogaling

Parimo-Wartakiat| Unit Pelaksana Teknis Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Teluk Tomini, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS), berhasil mengamankan 10 warga Provinsi Gorontalo saat melakukan monitoring dan pemantauan di kawasan konservasi zona inti di perairan Teluk Tomini. Rabu, (21/9).

Kesepuluh warga yang diketahu berasal dari Desa Tursiaje, Provinsi Gorontalo itu, kata Kepala UPT Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Teluk Tomini, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, Jufri Lahmadi, S.Pi, diamankan sekaligus dilakukan pembinaan kepada mereka karena diduga telah melakukan tindak pidana perikanan berupa pemboman ikan di areal pulau Simogaling, teluk Tomini.

Warga tersebut lanjut Jufri, diberikan pembinaan agar  tidak lagi melakukan tindak pidana perikanan, berupa pemboman ikan, karena selain dilarang oleh pemerintah, juga bisa membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa mereka sendiri.

“Pukul 12.30, WITA, diduga pelaku tindak pidana perikanan, melakukan pemboman di areal pulau Simogaling yang masuk dalam kawsan konservasi zona inti, 10 oknum warga tersebut adalah, Yus, (30), Rambo, (34), Rustam, (24), Remi, (34), Gafulan, (30), Roky, (31), Kevin, (20), Enak, (17), Doni, (18) dan Ibo, (30),” ungkapnya.

Jufri mengatakan, dari hasil penggeledahan dan pemeriksaan yang dilakukan, tim menemukan sejumlah barang bukti antara lain, dua unit kompresor, dua unit mesin tempel 40 pk dan satu gabus ikan.

“Sebenarnya ada empat unit perahu, cuma dua unit perahu yang bisa kami amankan, karena keterbatasan alat untuk mengejar pelaku, itu pun setelah penggeledahan dan pemeriksaan tidak kami temukan alat peledak, dugaan kami barang bukti sudah di buang ke laut,”ungkapnya.

Ia juga mengemukakan sejumlah permasalahan yang mereka hadapi dilapangan, antara lain, minimnya anggaran dalam melakukan monitoring, sementara kawasan konservasi sangat luas, kurangnya informasi kepada masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi zona inti dan belum optimalnya keterlibatan masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan lain-lain.

Pada bagian lain, Rauf, Ketua POKMASWAS Desa Mepanga, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parimout, mengeluhkan maraknya pemboman ikan. Ia mengaku sudah kehilangan kesabaran melihat ulah oknum tak bertanggung jawab yang hanya mementingkan pribadi dan kelompoknya.

“Kami sudah cukup sabar melihat kondisi riil di laut, berupa pemboman ikan dimana-mana seperti dibeberpa pulau di kecamatan Mepanga, Tomini, dan kecamatan Ongka Malino.” pungkasnya.

Laporan: Ridwan Laki

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.