Habib Ali Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Guru Tua

Habib Ali Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Guru Tua

Palu- Wartakiat| Pembangunan Masjid Guru Tua yang berlokasi di halaman depan kompleks Universitas Alkhairaat Palu, jalan Diponegoro resmi dimulakan, Senin (28/11) pagi. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum Yayasan Alkhairaat SIS Aljufri, Habib Ali bin Muhammad Aljufri.

Selanjutnya oleh Dr Habib Hasan bin Idrus Alhabyi, Rektor UNISA, Dr Umar Alatas, Drs Abdul Kadir, Ketua Senat, Dr Ir Aris Aksarah, Ketua IKA UNISA, Jaya Rahman dan Wakil Rektor bidang kemahasiswaan yang juga Ketua Panitia Pembangunan Masjid Guru Tua, Dr Ahmadan B. Lamuri.

Turut menyaksikan, Wakil Rektor 1, Dr Fachrudin A. Yahya, Wakil Rektor 2, Marjun, Dekan fakultas Ekonomi, Dr Abd. Rahman, Dekan fakultas Sastra, Syamsuddin, Dekan fakultas Perikanan, Dr Ahsan Mardjudo, Dekan fakultas KIP, Idrus Aljufri, Wakil Dekan 2 FK, drg. Lutfiah Sahabuddin, Ketua LPPM, Abdul Kadir, Ketua LPM, Idrus M. Said dan Kepala BAAK-SI, Dr If’all serta civitas akademika UNISA.

Menurut Ketua Panitia Pembangunan Masjid Guru Tua, Dr Ahmadan B. Lamuri, pembangunan masjid berlantai dua itu menelan dana Rp2,3 miliar dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2023 mendatang.

Rektor Universitas Alkhairaat Palu, Dr Umar Alatas dalam sambutannya mengatakan, pembangunan masjid sebagai upaya menyiapkan tempat ibadah yang lebih representatif untuk dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. Apalagi saat ini, jumlah mahasiswa sudah semakin banyak.

Secara khusus, rektor mengajak semua pihak, khususnya civitas akademika untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan masjid Guru Tua itu.

Sebelumnya, di kompleks Unisa sudah ada mushollah yang dijadikan tempat ibadah selama ini. Mushollah itu kata Rektor, akan dialihfungsikan menjadi laboratorium untuk fakultas Pertanian dan Perikanan.

’’Jadi mushollah tersebut nantinya kita akan alihfungsikan sebagai laboratorium untuk fakultas Pertanian dan Perikanan. Lokasi mushollah juga berada di area pembangunan gedung perkuliahan fakultas Pertanian dan Perikanan,’’jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Alkhairaat SIS Aljufri, Habib Ali bin Muhammad Aljufri mengatakan, Masjid Guru Tua yang dibangun tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan tempat kajian-kajian keislaman yang tidak hanya melibatkan dosen dan mahasiswa tapi juga masyarakat sekitar kampus.

“Masjid ini tidak hanya untuk tempat beribadah tapi juga untuk kajian-kajian keislaman. Kita tentunya juga ingin masjid ini berguna bagi siapapun dalam beribadah dan mendoakan yang baik bagi diri kita sendiri maupun pemimpin,’’tandasya.

Habib Ali juga mengajak semua pihak baik dosen maupun alumni untuk membantu pembangunan masjid Guru Tua tersebut. Apalagi menurutnya cukup banyak alumni UNISA dan alumni Alkhairaat yang saat ini sudah berhasil dan menduduki posisi penting di negeri ini,”tutupnya.

Laporan: Ridwan Laki

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.