Hebat, SS Gimba Sastra Unisa Berjaya di UNS Solo

Hebat, SS Gimba Sastra Unisa Berjaya di UNS Solo

Palu-wartakiat| Sanggar Seni Gimba (SSG) Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat (Unisa), Palu meraih prestasi gemilang pada ajang Artefac UNS Monolog Competition yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), baru-baru ini di Taman Budaya Jawa Tengah.

Sanggar Seni binaan Mas’amah Mukti ini keluar sebagai juara terbaik dua kategori penyaji pada ajang bergengsi tersebut. Selain itu, Sanggar Seni Gimba juga masuk nominasi kategori musik terbaik.

Sanggar Seni Gimba dikenal produktif melahirkan para seniman, prestasi yang ditorehkan tidak terlepas dari tangan dingin dan polesan sastrawan produktif kota Palu, Hj. Mas’amah Mukti.

Pada kesempatan itu, kata Mas’amah, Sanggar Seni Gimba membawakan naskah “Inggit” Karya Ahda Imran disutradarai oleh Dili Swarno, mahasiswa fakultas Sastra Unisa, menceritakan kisah Inggit Garnasih, istri kedua Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno yang menemaninya selama 20 tahun.

Tokoh Inggit, lanjut Mas”amah diperankan oleh Annisa Saskia Putri, mahasiswa Fakultas Sastra Unisa Palu.

Sementara musik pengiring pertunjukan dibuat oleh Reynaldi Lomo, anggota Bengkel Teater 45 binaan sang sutradara. Yang tak menarik, tim produksi yang gawangi Adi Atmaja juga mahasiswa fakultas Sastra, mendapat dukungan penuh dari Nazar, alumni yang juga mantan ketua Technocrat 12.

Ia melanjutkan, Artefac UNS Monolog Competition, adalah kompetisi monolog skala nasional yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret di Taman Budaya Jawa Tengah dihadiri oleh 40 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.

Mas’amah juga mengungkapkan waktu latihan yang kurang dua bulan dan persiapan yang mepet serta dukungan dana yang minim menjadi salah satu kendala, namun dengan tekad dan modal semangat dan berkah Alkhairaat, mereka bisa berprestasi diajang nasional.

” Selaku pembina, saya bangga sekaligus terharu, betapa tidak, ditengah kondisi yang serba sulit, anak-anak tetap memberikan penampilan yang menarik dan membanggakan, tidak mudah menjadi yang terbaik dua itu,” katanya pada MAL, Kamis, (12/3).

Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, Dr. Ahamadan B. Lamuri memberikan apresiasi kepada tiga orang mahasiswa fakultas Sastra tersebut.

” Insya Allah secara pribadi saat akan menemui mereka dan memberikan apresiasi langsung karena telah membawa harum nama Universitas Alkhairaat di kancah Nasional,” katanya.

Sementara itu, Mas’amah juga mengetuk pintu hati para pemerhati seni di daerah ini agar lebih peduli terhadap para pemuda yang bergelut didunia seni, ia memberikan contoh saat ini delegasi Sanggar Seni Gimba masih harus berjuang untuk bisa kembali pulang ke kota Palu.

” Kota Palu memiliki banyak pemuda yang mampu mengharumkan daerah ini, namun karena minimnya perhatian terhadap mereka menjadi salah satu kendala, anak-anak Palu ternyata lebih baik, sayang mereka hanya punya modal nekat untuk meraih kesuksesan,” tutup Mas’amah.

 

(RL)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares