Mencegah Stunting dari Sejak Dini

Mencegah Stunting dari Sejak Dini

Oleh : dr. Siti Atikah, S.Ked, M.Kes

Penurunan Stunting menjadi program nasional di Indonesia, hal tersebut diatur dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 yaitu tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan. Pemerintah kota Palu pun berkomitmen untuk menekan angka stunting di wilayah kota Palu. Pada tanggal 21 Juli 2022 wali kota Palu mengungkapkan “Kita anggarkan pembiayaaan perorang anak itu sebesar Rp500 ribu. Nah informasi dari nasional, bahwa paket seperti ini juga direncanakan oleh nasional. Nilainya sekitar Rp450 ribu. Ternyata di Palu lebih besar,” hal tersebut diungkapkan beliau pada kegiatan launching Gerakan Penurunan Stunting di kota Palu (Sulteng Raya,22/7/22).

Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting salah satu diantaranya yaitu dari asupan makanan, khususnya makanan yang dikonsumsi saat masa kehamilan. Makan yang cukup untuk kebutuhan energi kadang selalu mudah untuk terpenuhi, tapi apakah kecukupan gizi dan nutrisinya juga terpenuhi? Pada masa sekarang untuk mendapatkan suplemen vitamin dan asupan untuk kecukupan gizi sangat mudah, banyak tersedia di apotek-apotek maupun toko-toko obat yang telah terdaftar dibawah pengawasan dinas terkait. Tapi pertanyaannya, apakah kandungan yang didapatkan melalui suplemen-suplemen tersebut sama dengan yang didapatkan dari sumber makanannya langsung? Seperti dari buah-buahan, sayur-sayuran, dan sumber protein lainnya?

1000 hari pertama anak adalah penanganan awal untuk mencegah terjadinya stunting, itu artinya para ibu sudah harus memperhatikan kecukupan gizi sejak awal kehamilan. Pastikan asupan makanan tercukupi agar janin berkembang dengan baik. Usahakan agar ibu hamil cukup mengonsumsi makronutrien seperti, karbohidrat, protein, dan lemak. Dalam hal ini, utamakan agar ibu hamil mendapat protein hewani. Diimbangi juga dengan mengomsumsi mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral yang terdapat dalam buah dan sayuran.

Sikap atau perilaku ibu dalam mengkonsumsi makanan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap calon bayi. Kebiasaan makan ada yang baik atau dapat menunjang terpenuhinya kecukupan gizi dan ada yang buruk (dapat menghambat terpenuhinya kecukupan gizi), seperti adanya pantangan, atau tabu yang berlawanan dengan konsep-konsep gizi. Masalah yang dapat menyebabkan kekurangan gizi adalah tidak cukup pengetahuan gizi dan kurangnya pengertian tentang kebiasaan makan yang baik.

Mari kita ikut berperan dalam menekan penurunan angka stunting, yaitu dimulai dari diri kita sendiri dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

 

(Penulis : Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *