Kajian Risiko Gangguan Mata Akibat Penggunaan Gadget Berlebih pada Remaja

Kajian Risiko Gangguan Mata Akibat Penggunaan Gadget Berlebih pada Remaja

Oleh: dr. Santy Kusumawaty, Sp.M*

Penggunaan gadget seperti Smart Phone, tablet, dan laptop telah menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja. Gadget digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari belajar, berkomunikasi, mencari informasi, hingga hiburan. Meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan gadget secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya gangguan pada mata. Kebiasaan menatap layar dalam waktu lama tanpa memperhatikan kesehatan mata dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan penglihatan pada remaja.

Salah satu gangguan yang sering dikaitkan dengan penggunaan gadget dalam waktu lama adalah kelelahan mata digital atau digital eye strain. Kondisi ini dapat ditandai dengan mata terasa lelah, kering, perih, gatal, atau berair. Remaja juga dapat mengalami sakit kepala, kesulitan memfokuskan pandangan, serta penglihatan kabur setelah menatap layar dalam waktu yang lama. Gejala tersebut umumnya muncul karena mata terus bekerja untuk mempertahankan fokus pada objek yang berjarak dekat.

Penggunaan gadget berlebihan juga dapat menyebabkan berkurangnya frekuensi berkedip. Saat berkonsentrasi melihat layar, seseorang cenderung berkedip lebih jarang sehingga permukaan mata lebih cepat mengalami kekeringan. Selain itu, penggunaan gadget pada jarak yang terlalu dekat dan dalam posisi yang tidak tepat dapat meningkatkan beban kerja mata. Kondisi pencahayaan yang kurang baik, pantulan cahaya pada layar, serta tingkat kecerahan layar yang terlalu tinggi juga dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada mata.

Remaja merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena penggunaan gadget sering kali berlangsung selama beberapa jam setiap hari. Aktivitas belajar daring, penggunaan media sosial, dan menonton video dapat membuat waktu menatap layar menjadi semakin panjang. Kebiasaan tersebut, terutama jika dilakukan tanpa jeda, dapat meningkatkan kemungkinan munculnya keluhan mata. Penggunaan gadget pada malam hari juga dapat mengganggu kualitas tidur apabila dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur, sehingga berdampak pada kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan penggunaan gadget yang sehat. Salah satu prinsip yang dapat diterapkan adalah aturan 20-20-20, yaitu setelah melihat layar selama 20 menit, remaja dianjurkan mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama sedikitnya 20 detik. Selain itu, jarak pandang terhadap layar perlu dijaga, pencahayaan ruangan harus memadai, dan kecerahan layar sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Remaja juga perlu membatasi waktu penggunaan gadget di luar kebutuhan belajar dan memberikan waktu istirahat yang cukup bagi mata. Jika keluhan seperti mata kabur, nyeri, sakit kepala, atau mata kering terus berulang dan mengganggu aktivitas, pemeriksaan mata oleh tenaga kesehatan perlu dipertimbangkan.

Dengan demikian, penggunaan gadget secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai keluhan dan gangguan pada mata remaja. Kesadaran mengenai durasi penggunaan, jarak pandang, pencahayaan, serta pentingnya istirahat mata merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan penglihatan. Penggunaan teknologi sebaiknya tetap diimbangi dengan perilaku yang sehat agar manfaat gadget dapat diperoleh tanpa mengabaikan kesehatan mata.

Penulis adalah: Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu*

 

 

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *