LPPM UNISA Palu Catat Capaian Riset 2026, Raih Delapan Hibah DPPM dan Perluas Kolaborasi

LPPM UNISA Palu Catat Capaian Riset 2026, Raih Delapan Hibah DPPM dan Perluas Kolaborasi

‎Palu-Wartakiat Ι Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu mencatat sejumlah capaian dalam pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sepanjang tahun 2026. Capaian tersebut disampaikan Ketua LPPM UNISA Palu dalam laporan kinerja lembaga, yang menunjukkan semakin berkembangnya produktivitas penelitian dan jejaring kolaborasi UNISA Palu dengan berbagai lembaga dan perguruan tinggi.

‎Sepanjang 2026, LPPM UNISA Palu berhasil memperoleh hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tujuh judul penelitian. ‎Selain penelitian, UNISA Palu juga berhasil mendapatkan satu program pengabdian kepada masyarakat melalui skema Kosabangsa. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan hasil-hasil akademik agar memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Capaian itu disampaikan Ketua LPPM UNISA Palu saat menyampaikan sambutan pada pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, di Aula Fakultas Kedokteran (FK), Sabtu, (19/9).

‎Ketua LPPM, Dr.Ir. If’all mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara LPPM dan para dosen yang terus didorong untuk meningkatkan kualitas proposal, produktivitas riset serta kemampuan membangun kemitraan.

‎Tidak hanya mengandalkan hibah internal maupun kompetisi hibah pemerintah, LPPM UNISA Palu juga terus memperluas jejaring kerja sama penelitian. ‎Sejumlah dosen UNISA Palu, misalnya, terlibat dalam program hibah kerja sama dengan Universitas Tadulako. Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi dosen UNISA Palu untuk memperluas pengalaman riset sekaligus membangun jejaring akademik dengan perguruan tinggi lain di Sulawesi Tengah.

‎Penguatan jejaring penelitian juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah. ‎Salah satu kerja sama yang dikembangkan adalah penelitian mengenai pengendalian penyakit bangkalan pada tanaman durian montong, yang melibatkan Prof. Dr. Ir. Ratnawati, M.P. ‎Penelitian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan pertanian di Sulawesi Tengah yang dihadapi masyarakat, khususnya melalui pendekatan riset dan inovasi yang dapat diterapkan di lapangan.

Di sisi lain, LPPM UNISA Palu juga mulai menyiapkan langkah untuk masuk dalam agenda riset yang berkaitan dengan transisi hijau. ‎Saat ini LPPM UNISA Palu tengah menyusun proposal Hibah Kecil Transisi Hijau, berupa riset aksi untuk inovasi hijau yang didukung Uni Eropa melalui program CO-EVOLVE 2.

Menurut Dr. Ir. If’all, pengembangan proposal tersebut merupakan bagian dari upaya UNISA Palu memperluas sumber pendanaan penelitian sekaligus memasukkan isu lingkungan dan inovasi hijau dalam agenda riset perguruan tinggi.

‎Dengan berbagai capaian tersebut, LPPM UNISA Palu menargetkan penguatan ekosistem penelitian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah publikasi dan perolehan hibah, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

‎“Ke depan, LPPM akan terus mendorong dosen untuk berkolaborasi, baik dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga riset maupun mitra lainnya. Riset harus memberikan manfaat dan memiliki dampak bagi masyarakat,” demikian disampaikan dalam laporan capaian LPPM UNISA Palu.

Capaian sepanjang 2026 tersebut sekaligus memperlihatkan arah pengembangan LPPM UNISA Palu yang semakin terbuka terhadap kolaborasi, kompetisi hibah nasional, serta kerja sama riset yang lebih luas, termasuk dengan mitra internasional dalam isu transisi hijau.

TIM HUMAS UNISA

 

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *