UNISA Palu dan UMS Perkuat Kolaborasi Pengabdian Melalui Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut di Kampung Pituru Laut Sabah

UNISA Palu dan UMS Perkuat Kolaborasi Pengabdian Melalui Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut di Kampung Pituru Laut Sabah

Sabah- Wartakiat Ι Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu bersama Universiti Malaysia Sabah (UMS) memperkuat kolaborasi pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta edukasi perawatan gigi bagi masyarakat Kampung Pituru Laut, Kota Belud,  Sabah. Selasa, (13/10).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Serbaguna Kampung Pituru Laut itu diikuti kurang lebih 100 warga. Program ini melibatkan drg. Lutfiah dari UNISA Palu dan dr. Rebecca Shalini dari UMS, dengan dukungan penuh tenaga kesehatan dari Hospital Universiti Malaysia Sabah.

Selain pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, kegiatan tersebut diisi dengan dental health promotion atau penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Dalam sesi edukasi, drg. Lutfiah dan drg. Rebecca secara bergantian memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi, teknik menyikat gigi yang benar, serta kebiasaan hidup sehat untuk mencegah gangguan kesehatan rongga mulut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan perilaku hidup sehat, tim juga membagikan sikat gigi dan pasta gigi secara gratis kepada warga yang hadir.

drg. Lutfiah menekankan bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak boleh dipandang sekadar persoalan penampilan, tetapi merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menurutnya, banyak masalah gigi dan mulut dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menyikat gigi dengan benar, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, hingga memeriksakan gigi secara berkala kepada tenaga kesehatan.

“Menjaga kesehatan gigi dan mulut harus dimulai dari kesadaran diri dan keluarga. Jangan menunggu sampai gigi terasa sakit baru mencari pertolongan. Kebiasaan merawat gigi sejak dini merupakan investasi kesehatan untuk masa depan, sikat gigi minimal dua kali sehari, sebelum tidur dan sesudah makan,” kata drg. Lutfiah, Wakil Rektor III UNISA Palu.

Lutfiah juga menegaskan bahwa edukasi kesehatan menjadi bagian penting dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Pemeriksaan kesehatan perlu diikuti dengan pengetahuan dan keterampilan praktis agar masyarakat mampu menjaga kesehatan secara mandiri setelah kegiatan selesai.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga memahami cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari. Pembagian sikat gigi dan pasta gigi diharapkan menjadi dorongan nyata agar pengetahuan yang diperoleh dapat langsung dipraktikkan di rumah,” lanjut Lutfiah, Warek  III UNISA Palu.

Ia menilai, kolaborasi lintas perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, drg. Rebecca Shalini dari UMS menekankan pentingnya membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini serta menjadikannya bagian dari rutinitas keluarga.

Menurutnya, menyikat gigi secara teratur dengan teknik yang tepat, menggunakan pasta gigi berfluorida, mengurangi konsumsi gula, cokelat dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala merupakan langkah mendasar untuk menekan risiko karies atau gigi berlubang dan berbagai gangguan kesehatan mulut lainnya.

“Kesehatan gigi dan mulut membutuhkan perhatian setiap hari, bukan hanya ketika muncul rasa sakit. Pencegahan harus menjadi kebiasaan. Masyarakat perlu memahami bahwa cara menyikat gigi yang benar dan pemeriksaan secara berkala dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih serius,” kata dr. Rebecca, Dosen Universiti Malaysia Sabah.

Rebecca juga menekankan bahwa edukasi kesehatan harus disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kondisi sehari-hari. Karena itu, penyuluhan tidak cukup hanya menjelaskan pentingnya kesehatan gigi, tetapi juga perlu memperlihatkan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan secara mandiri.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama, yang dimulai dari individu, keluarga, hingga lingkungan tempat tinggal.

Dukungan tenaga kesehatan dari Hospital Universiti Malaysia Sabah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sinergi antara dosen UNISA Palu, dosen UMS, dan tenaga kesehatan rumah sakit menunjukkan bahwa kerja sama akademik dapat dikembangkan tidak hanya melalui penelitian dan pertukaran pengetahuan, tetapi juga melalui pelayanan langsung kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat memiliki peran strategis dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui pemeriksaan, penyuluhan, dan pemberian perlengkapan perawatan gigi, masyarakat memperoleh bekal awal untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Kolaborasi UNISA Palu dan UMS di bidang kesehatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi serta memperluas manfaat ilmu pengetahuan bagi masyarakat lintas wilayah dan negara.

TIM HUMAS UNISA

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *