UNISA Palu–UMS Gelar Pengabdian Masyarakat di Sabah, Edukasi Pemulihan Terumbu Karang dan Kesehatan Gigi

UNISA Palu–UMS Gelar Pengabdian Masyarakat di Sabah, Edukasi Pemulihan Terumbu Karang dan Kesehatan Gigi

KOTA BELUD – Wartakiat Ι  Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Sulawesi Tengah, berkolaborasi dengan Universiti Malaysia Sabah (UMS) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kampung Pituru Laut, Kota Belud, Sabah, Selasa (13/10). Kegiatan yang dilaksanakan di ruang serba guna kampung Pituru Laut itu memadukan edukasi pemulihan terumbu karang dengan peningkatan kesadaran kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan bertajuk Inovasi Sosio-Ekologi dan Kesadaran Kesehatan Pergigian tersebut melibatkan dosen dari kedua perguruan tinggi, dengan dukungan Institut Marin Borneo UMS dan Hospital Universiti Malaysia Sabah. Sekitar 100 warga mengikuti kegiatan yang mencakup penyuluhan lingkungan pesisir, edukasi kesehatan gigi, serta pemeriksaan gigi bagi anak-anak dan masyarakat yang hadir.

Tim UNISA Palu dan UMS menghadirkan dua fokus utama yang saling melengkapi, yakni keberlanjutan ekosistem laut dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya menjaga lingkungan sekaligus membangun perilaku hidup sehat.

Dalam sesi edukasi lingkungan, Dr. Bernadette Mabel Manjaji Matsumoto bersama Dr. Ahsan Mardjudo memberikan penyuluhan mengenai pemulihan terumbu karang. Materi tersebut menekankan pentingnya menjaga ekosistem karang sebagai bagian dari keberlanjutan lingkungan laut dan kehidupan masyarakat pesisir.

Terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut serta penyangga keseimbangan ekosistem pesisir. Karena itu, pengetahuan mengenai upaya pemulihan dan pelestariannya perlu diperkuat agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga sumber daya laut secara berkelanjutan.

Sementara itu, pada bidang kesehatan, Dr. Rebecca Shalini bersama drg. Lutfiah menggandeng Hospital Universiti Malaysia Sabah untuk memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan tersebut juga disertai pemeriksaan gigi bagi anak-anak dan warga yang hadir.

Sebagai bagian dari edukasi kesehatan preventif, peserta memperoleh hadiah berupa pasta gigi dan sikat gigi. Pemberian tersebut diharapkan dapat mendorong kebiasaan menyikat gigi secara teratur serta meningkatkan perhatian keluarga terhadap kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat UNISA Palu yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ahsan Mardjudo, menegaskan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi merupakan ruang penting untuk menghubungkan keilmuan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan pengetahuan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga perlu memastikan bahwa pengetahuan tersebut dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat harus memberikan manfaat nyata. Melalui kolaborasi UNISA Palu dan UMS ini, kami ingin menghadirkan pengetahuan yang dapat langsung dirasakan masyarakat, baik dalam menjaga kelestarian ekosistem laut maupun meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan gigi dan mulut,” ujar Dr. Ahsan Mardjudo, Wakil Rektor 1 Unisa Palu.

Ia menjelaskan, isu lingkungan dan kesehatan masyarakat pesisir tidak seharusnya dipandang sebagai dua persoalan yang terpisah. Keduanya berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan lingkungan tempat mereka menggantungkan kehidupan.

“Menjaga terumbu karang berarti ikut menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Pada saat yang sama, membangun kesadaran kesehatan gigi berarti menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi menjadi awal dari perubahan perilaku yang berkelanjutan,” tambah Ahsan, Wakil Rektor 1 Unisa Palu.

Dr. Ahsan juga menilai kerja sama dengan UMS, Institut Marin Borneo UMS, dan Hospital Universiti Malaysia Sabah menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi keilmuan di bidang lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, UNISA Palu berupaya memperluas kontribusi akademiknya dalam kerja sama internasional yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara akademisi Indonesia dan Malaysia.

Kegiatan di Kampung Pituru Laut, Sabah mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan masyarakat pesisir yang sehat, sadar lingkungan, dan berkelanjutan.

TIM HUMAS UNISA

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *