Buku Harmoni dengan Alam Karya Guru Besar UNISA Palu Resmi Diluncurkan
Palu-WartakiatΙ Buku karya Guru Besar Universitas Alkharaat (UNISA), Palu resmi diluncurkan. Buku yang berjudul, “Harmoni dengan Alam Refleksi dan Petuah untuk Lingkungan Berkelanjutan” ditulis oleh Prof. Dr. Ir. H. Kasman Jaya, M.Si, Prof. Dr. Ir. Ratnawati, M.P dan Fitriah Fajar, ST., MT.
Dihadiri Rektor UNISA sebelumnya, Dr. Umar Alatas, S.Pi.,M.Si. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah, Wahid Irawan, S.STP., M.M Si, buku setebal 196 halaman, berisi 11 bab itu diberikan sejumlah catatan penting oleh dua orang penanggap, Dr. Miswan, S.Pd.,M.Si.,C.EIA, Akademisi dari Universitas Tadulako dan Dr. Mohammad Yasin, S.E.,M.M, Ketua DPRD Donggala.
Rektor Unisa Palu, Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.P saat peluncuran buku itu mengungkapkan kebanggaanya kepada Prof Kasman, ditengah kesibukan sebagai Ketua Senat Universitas masih mampu menyelesaikan buku. Prof Kasman adalah role model bagi civitas Unisa dalam menulis buku. “Semoga kebiasaan menulis buka ini bisa diteruskan dan memberi dampak pada masyarakat,”ujar Yasin, Rektor Univsersitas Alkhairaat.

Rektor juga mendorong dosen lainnya untuk melakukan hal yang sama. Karena semakin banyak yang menulis buku akan semakin memberi dampak pada masyarakat
Penanggap pertama menilai, penulis buku mengingatkan kepada pembaca jika bumi ini adalah titipan untuk anak cucu. Karena titipan, maka mesti dirawat dan dijaga, agar terjadi harmoni dengan alam sebagaimana judul buku, agar dapat diteruskan ke anak cucu.
” Kehadiran buku ini sangat tepat, saat kita sedang krisis lingkungan, untuk itu jangan lagi ada eksploitasi alam secara liar, ”kata Miswan, akademisi UNTAD yang juga pegiat lingkungan hidup.
Penanggap kedua, Akademisi UNISA Palu yang juga Ketua DPRD Donggala, Dr. Moh Yasin. SE.,MM. AK memberikan catatan kritis terhadap buku itu, ia menilai buku Harmoni dengan Alam itu belum memuat secara gamblang terkait regulasi yang mengatur lingkungan hidup serta belum memberi solusi atas kasus konservasi saat ini.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir yang turut hadir dalam peluncuran buku itu mengunggapkan, setelah membaca sepintas buku itu menilai, penulis memiliki kegelisahan dengan kondisi lingkungan sebagaimana digambarkan penulis dalam bukunya. “Semoga buku-buku selanjutnya semakin memberikan kita edukasi,”sebut Ibnu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unisa Palu, Dr. Ahsan Mardjudo, S.Pi., M.Si juga turut memberikan tanggapan, kedepan, Prof Kasman dkk perlu juga menghadirkan buku tentang kerusakan lingkungan ekosistem bawah laut. Kerusakan lingkungan laut banyak disebabkan karena kerusakan lingkungan di darat seperti akibat pembalakan liar (illegal logging) mengakibatkan pemanasan global yang berefek pada matinya terumbu karang. “Saya kira Unisa harus membumikan diskusi lingkungan seperti ini, karena Prof Kasman adalah guru besar lingkungan,”ujar Ahsan, Wakil Reltor 1 UNISA Palu.
Ditemui diruangannya, Selasa, (21/7), Prof Kasman mengatakan buku Harmoni dengan Alam itu mencoba merangkum berbagai gagasan, refleksi, serta petuah yang dapat menjadi inspirasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Petuah yang dimaksud bukan sekadar nasihat, tetapi juga pemahaman yang bersumber dari pengalaman, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai kearifan yang relevan dengan upaya pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang reflektif dan aplikatif, buku ini tentu saja diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Perlu dipahami juga, kata Prof Kasman bahwa manusia pada hakikatnya merupakan bagian integral dari entitas ekosistem. Namun, kesadaran ini sering kali terabaikan dalam praktik kehidupan sehari-hari, terutama dalam aktivitas pembangunan. Pembangunan kerap dipahami secara sempit sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tanpa mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Akibatnya, eksploitasi sumber daya alam berlangsung secara berlebihan dan mengabaikan prinsip keseimbangan ekologis sehingga menimbulkan beragam permasalahan lingkungan.
“Berbagai aktivitas pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan ekologis mengakibatkan berbagai bentuk pencemaran air dan udara, degradasi lahan, kerusakan hutan, serta menurunnya kualitas sumber daya alam. Di kawasan perkotaan, permasalahan ini semakin kompleks dengan munculnya problem urbanisasi, gaya hidup konsumtif dan belum baiknya sistem pengelolaan sampah,”Kata Prof Kasman.
Tim Humas Unisa Palu*
