GAYA HIDUP DAN KANKER, BERHUBUNGANKAH?
Oleh: dr. Muhammad Ikhlas,M.Kes.,Sp.B.,Subsp.Onk.(K)*
Kanker menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Banyak orang menganggap kanker hanya disebabkan oleh faktor keturunan. Padahal, faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran dalam meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, hubungan antara gaya hidup dan kanker perlu dipahami serta diedukasi secara luas.
Apakah gaya hidup memicu perkembangan sel kanker?
Apa saja kebiasaan harian yang meningkatkan risiko kanker?
Bagaimana cara mencegah kanker melalui perubahan perilaku?
Hubungan Gaya Hidup dan Kanker
Gaya hidup dan kanker saling berhubungan erat. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sekitar sepertiga kasus kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko yang dapat dicegah dan menerapkan strategi pencegahan berbasis bukti. Faktor tersebut antara lain penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan, serta paparan radiasi ultraviolet.
Kebiasaan yang tidak sehat dapat menyebabkan kerusakan DNA secara bertahap. Dalam kondisi normal, tubuh memiliki mekanisme untuk memperbaiki kerusakan DNA atau menghilangkan sel yang mengalami kerusakan berat. Namun, apabila kerusakan terus terjadi dan mekanisme pengendalian sel terganggu, perubahan genetik dapat terakumulasi. Perubahan tersebut dapat mengganggu pengaturan pertumbuhan, pembelahan, dan kematian sel sehingga sel dapat berkembang secara tidak terkendali dan berkontribusi terhadap terbentuknya kanker.
Faktor Risiko Gaya Hidup Utama
Konsumsi Tembakau: Rokok mengandung berbagai zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kerusakan DNA dan meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, terutama kanker paru.
Pola Makan Tidak Sehat: Konsumsi daging olahan dan makanan tinggi gula secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker.
Obesitas: Lemak tubuh berlebih dapat memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk estrogen, yang berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara.
Kurang Aktivitas Fisik: Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kanker, terutama melalui peningkatan berat badan dan perubahan metabolisme tubuh.
Konsumsi Alkohol: Alkohol diubah menjadi asetaldehida di dalam tubuh. Asetaldehida dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko terjadinya kanker.
Paparan Sinar UV: Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, terutama tanpa perlindungan, dapat merusak DNA sel kulit dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.
Mekanisme Pencegahan
Berhenti Merokok: Menghentikan penggunaan rokok untuk mengurangi paparan zat berbahaya yang dapat merusak sel dan DNA tubuh.
Menerapkan Pola Makan Sehat: Memperbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian, dan makanan bergizi seimbang untuk mendukung kesehatan tubuh.
Menjaga Berat Badan: Mempertahankan berat badan dalam rentang sehat untuk membantu mengurangi risiko kanker yang berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas.
Melakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur: Melakukan aktivitas fisik secara rutin, minimal 150 menit per minggu, untuk membantu menjaga berat badan dan kesehatan tubuh.
Membatasi Konsumsi Alkohol: Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol untuk menurunkan risiko kanker yang berkaitan dengan paparan alkohol.
Melindungi Kulit dari Paparan Sinar UV: Menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30, mengenakan pakaian pelindung, dan menghindari paparan sinar matahari berlebihan saat berada di luar ruangan.
Kesimpulan
Gaya hidup memiliki peran penting dalam memengaruhi risiko terjadinya kanker. Kebiasaan sehari-hari yang tidak sehat dapat berkontribusi terhadap kerusakan DNA dan gangguan pengaturan pertumbuhan sel yang dalam jangka panjang dapat mendukung perkembangan kanker. Meskipun faktor genetik turut berperan, sebagian faktor risiko yang berkaitan dengan perilaku dapat dimodifikasi melalui perubahan kebiasaan. Oleh karena itu, penerapan pola hidup sehat dan upaya pencegahan sejak dini merupakan langkah penting untuk membantu menurunkan risiko kanker.
Saran
Masyarakat disarankan menerapkan prinsip CERDIK sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker, yaitu:
C – Cek kesehatan secara berkala
E – Enyahkan asap rokok
R – Rajin aktivitas fisik
D – Diet seimbang
I – Istirahat cukup
K – Kelola stres
Penerapan prinsip CERDIK dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan mengurangi berbagai faktor risiko penyakit, termasuk kanker.
Penulis adalah : Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu*
