LPPM UNISA Palu Catat Peningkatan Produktivitas Riset dan Akademik Dosen

LPPM UNISA Palu Catat Peningkatan Produktivitas Riset dan Akademik Dosen

Palu-Wartakiat Ι Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu mencatat perkembangan positif dalam kapasitas riset dan produktivitas akademik dosen sepanjang tahun 2026.

Ketua LPPM Universitas Alkhairaat, Dr. Ir. If’all dalam sambutan pembekalan KKN angkatan 58, Sabtu, (19/9),  mengatakan, salah satu capaian yang menunjukkan meningkatnya daya saing riset dosen UNISA Palu adalah keberhasilan proposal program ICARE Kementerian Pertanian yang diajukan universitas hingga masuk pada tahap presentasi.

Proposal tersebut memiliki nilai usulan sebesar Rp1 miliar. Meski belum berhasil memperoleh pendanaan, keberhasilan melewati tahapan seleksi hingga presentasi dinilai menjadi indikator penting bahwa kapasitas akademik dan daya saing riset dosen Universitas Alkhairaat terus berkembang.

“Walaupun proposal ICARE yang kita ajukan belum berhasil mendapatkan pendanaan, tetapi proposal tersebut berhasil masuk pada tahap presentasi. Ini menunjukkan bahwa kapasitas dan daya saing riset dosen Universitas Alkhairaat semakin berkembang,” kata If’all, Ketua LPPM UNISA Palu.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas proposal penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga dan institusi.

Selain peningkatan daya saing penelitian, produktivitas akademik dosen Universitas Alkhairaat juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2026, dosen UNISA Palu telah menghasilkan 36 buku, 34 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan satu paten sederhana, di samping berbagai publikasi ilmiah pada jurnal yang terindeks Scopus dan SINTA.

LPPM juga memberikan apresiasi kepada lima dosen yang tercatat memiliki SINTA Score tertinggi tahun 2026. Kelima dosen tersebut yakni Sri Sudewi, If’all, Indah Suciati, Hajerina, dan Misriyani.
Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap konsistensi dosen dalam menghasilkan karya ilmiah dan meningkatkan produktivitas akademik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LPPM menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap pelaksanaan KKN Angkatan 58 Universitas Alkhairaat tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Mahasiswa diminta mampu melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat dan menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

“Setiap kelompok harus mampu mengidentifikasi persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat. Lakukan observasi, dengarkan masyarakat, petakan potensi desa, identifikasi masalah, kemudian susun program yang realistis dan dapat dilaksanakan,” tegas If’all, Ketua LPPM UNISA Palu.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hadir di tengah masyarakat dengan sikap sebagai pihak yang paling mengetahui persoalan.
“Mahasiswa harus hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sebagai pihak yang merasa paling mengetahui persoalan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki ilmu pengetahuan dan energi, sementara masyarakat memiliki pengalaman, pengetahuan lokal, serta sumber daya. Pertemuan antara dua kekuatan tersebut diharapkan dapat melahirkan program pengabdian yang relevan dan berkelanjutan.

“Ilmu dan energi mahasiswa harus dipertemukan dengan pengalaman, pengetahuan lokal dan sumber daya masyarakat. Dari sinilah diharapkan lahir program yang relevan dan berkelanjutan,” ujarnya.

KKN Angkatan 58 Universitas Alkhairaat mengusung tema “Bersinergi Membangun Daerah.” Melalui tema tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan berbagai program yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.

Sejumlah bidang yang dapat dikembangkan dalam program KKN antara lain pengembangan potensi lokal dan hilirisasi, mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, pengentasan kemiskinan, transformasi digital masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan.

Ketua LPPM, Doktor If’all berharap, mahasiswa mampu menjadikan KKN sebagai ruang pembelajaran sosial sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Jadikan KKN sebagai proses belajar bersama masyarakat. Identifikasi apa yang mereka miliki, apa yang mereka butuhkan, dan apa yang dapat kita kerjakan bersama,” pesannya.

Ia menambahkan, keberhasilan KKN tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab persoalan masyarakat dan meninggalkan manfaat yang dapat dilanjutkan setelah mahasiswa kembali ke kampus.

Dengan demikian, KKN Angkatan 58 diharapkan menjadi bagian dari upaya Universitas Alkhairaat memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah sekaligus mempertemukan kekuatan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

TIM HUMAS UNISA

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *