UNISA Palu dan Kantor SAR Kelas B Palu Sepakat Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat di bidang Pencarian dan Pertolongan
Palu-Wartakiat ΙUniversitas Alkhairaat (UNISA) Palu menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu untuk memperkuat pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan pencarian dan pertolongan.
Penandatanganan berlangsung di Kampus Universitas Alkhairaat, Jalan Diponegoro Nomor 39 Palu, Rabu (23/9). PKS ditandatangani Rektor Universitas Alkhairaat Dr. Muhammad Yasin dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu Muh. Rizal.
Penandatanganan turut disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni drg. Lutfiah, serta Kepala Biro Humas, Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Ridwan Laki dan dr Ali Palandro dari Fakultas Kedokteran (FK) UNISA Palu.
Rektor Universitas Alkhairaat Dr. Muhammad Yasin mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya kampus memperluas kontribusi kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkemampuan akademik, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman menghadapi persoalan nyata.
“Kampus harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi harus diterjemahkan dalam kegiatan nyata, baik dalam pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, Sesuai jadwal jumat besok kami diundang oleh UNAIR Surabaya, namun tiba-tiba rektornya berangkat ke Uzbekistan, sehingga harus ditunda pekan depan, kami kesana untuk menandatangani MoU sekaligus menjajaki dibukanya program studi Manajemen Kebencanaan di Fakultas Kedokteran,” kata Yasin, Rektor Universitas Alkhairaat Palu.
Yasin menilai, bidang pencarian dan pertolongan memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kemanusiaan. Melalui kerja sama tersebut, dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan UNISA Palu dapat memperoleh pengetahuan serta pengalaman praktis melalui pelatihan dan kegiatan bersama.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman lapangan. Mereka tidak hanya belajar dari buku dan ruang kuliah, tetapi juga harus memahami bagaimana menghadapi situasi darurat dan bagaimana memberikan kontribusi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujar Muhammad Yasin, Rektor UNISA Palu.
Yasin berharap kerja sama itu berkembang menjadi program berkelanjutan, termasuk penelitian yang bermanfaat, pengabdian kepada masyarakat yang tepat sasaran, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu Muh. Rizal mengatakan, kerja sama tersebut memperkuat sinergi antara lembaga pencarian dan pertolongan dengan perguruan tinggi.
Menurutnya, universitas memiliki sumber daya manusia dan lingkungan akademik yang dapat dikembangkan bersama, sedangkan Kantor Pencarian dan Pertolongan memiliki pengalaman serta kompetensi teknis dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Kerja sama ini menjadi langkah penting untuk membangun sinergi. Kami memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang pencarian dan pertolongan, sementara universitas memiliki sumber daya manusia dan lingkungan akademik yang dapat dikembangkan bersama,” kata Rizal, Kepala Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu.
Rizal berharap, kolaborasi tersebut tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, latihan bersama dan kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung.
Dalam PKS itu, kedua pihak menyepakati pelaksanaan pelatihan pencarian dan pertolongan bagi dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. Kerja sama juga mencakup pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dukungan personel, serta pemanfaatan sarana dan prasarana dalam latihan maupun operasi pencarian dan pertolongan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu dapat menghadirkan praktisi pencarian dan pertolongan sebagai dosen praktisi di lingkungan Universitas Alkhairaat. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat pembelajaran melalui pengalaman langsung mengenai kondisi dan tantangan di lapangan.
Hasil kegiatan bersama juga dapat didiseminasikan dan dipublikasikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Yasin menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen UNISA Palu memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kerja sama yang baik adalah kerja sama yang menghasilkan manfaat. Kita ingin ilmu pengetahuan yang ada di kampus bertemu dengan pengalaman praktis di lapangan. Dari situlah lahir penelitian, inovasi dan pengabdian yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tandas Yasin.
TIM HUMAS UNISA
