HPA Morowali Utara Bangkit, Ketua Komda Tekankan Pengkaderan dan Kerja Nyata
Morowali Utara-Wartakiat Ι Ketua Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Morowali Utara, H. Jira K., S.Pd., M.Pd., menegaskan kepengurusan baru Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) harus segera bergerak melakukan pengkaderan dan menghadirkan program nyata bagi generasi muda. Penegasan itu menjadi pesan utama dalam momentum kebangkitan HPA Morowali Utara setelah cukup lama vakum.
Pesan tersebut disampaikan H. Jira K. yang juga Wakil Bupati Morowali Utara saat menerima silaturahmi perwakilan pengurus baru HPA, Rabu malam (14/10). Ia berharap restrukturisasi kepengurusan tidak sekadar menjadi pergantian struktur, tetapi menjadi awal pembenahan organisasi dan penguatan kontribusi Alkhairaat di tengah masyarakat.
Sebagai badan otonom Perhimpunan Alkhairaat, HPA memiliki tanggung jawab membantu Komda mengembangkan organisasi, khususnya melalui pembinaan dan pemberdayaan generasi muda.
Pengurus baru diminta segera menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan pemuda, bukan sekadar kegiatan seremonial. Pengkaderan secara berjenjang sesuai AD/ART HPA juga menjadi prioritas untuk menjamin regenerasi kepemimpinan dan kesinambungan perjuangan organisasi.
Kebangkitan HPA Morowali Utara diawali dengan keikutsertaan enam kader dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) di HPA Pusat, Palu, selama sepekan. Mereka adalah Baso Alam, Ilham, Ardansyah Kandupi, Gatot, Abdul Kahar, dan Muhiddin.
Pembekalan tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman organisasi, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan kader dalam menjalankan roda organisasi di daerah.
Dalam kepengurusan baru, Ilham dipercaya sebagai Ketua, Ardansyah Kandupi sebagai Sekretaris, dan Munir sebagai Bendahara. Seusai mengikuti TOT, para kader mulai melakukan konsolidasi untuk merancang program dan menentukan langkah organisasi ke depan.

HPA didirikan di Palu pada 17 Juni 1987, bertepatan dengan 20 Dzulqaidah 1407 Hijriah, dengan cita-cita membentuk insan Muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, arif, bijaksana, serta bertanggung jawab terhadap pembangunan agama, bangsa, dan negara.
Untuk menerjemahkan cita-cita tersebut, HPA Morowali Utara dapat mengembangkan program pengkaderan berjenjang, pelatihan kepemimpinan, dakwah digital, kegiatan sosial, dan pendampingan generasi muda. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pondok pesantren, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat juga penting untuk memperluas jangkauan pengabdian.
Program-program tersebut perlu disusun dengan sasaran, jadwal, dan indikator keberhasilan yang jelas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh kader maupun masyarakat.
Kebangkitan HPA Morowali Utara kini memasuki tahap pembuktian. Konsolidasi kepengurusan harus diikuti kerja terarah, pengkaderan berkelanjutan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, HPA dapat memperkuat perannya sebagai wadah pembinaan pemuda sekaligus mitra Komda Alkhairaat dalam mengembangkan organisasi dan menyiapkan generasi penerus perjuangan Alkhairaat.
HPA Morowali Utara: Bangkit, Berhimpun, Bergerak, dan Mengabdi.
TIM