Universitas Indonesia dan Kemendes PDTT Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Ekonomi Desa di Sumba Tengah

Universitas Indonesia dan Kemendes PDTT Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Ekonomi Desa di Sumba Tengah

Sumba Tengah- Wartakiat Ι Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS UI) bersinergi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Mendukung Lembaga Ekonomi Desa di Kabupaten Sumba Tengah. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 4 Nopember 2026 di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumba Tengah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan ekonomi desa agar mampu mengoptimalkan potensi lokal secara produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Workshop ini melibatkan sekitar 50 peserta, terdiri dari pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan perwakilan kelembagaan ekonomi desa di Kabupaten Sumba Tengah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumba Tengah, Marthinus Umbu Djoka, S.Hut., M.Si., serta dihadiri langsung oleh Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Dr. Dimosima Sihombing, S.Sos., M.A.P. Pembukaan kegiatan juga ditandai dengan prosesi penyerahan simbolis kepada perwakilan peserta sebagai penanda dimulainya rangkaian program peningkatan kapasitas dan pendampingan.

Pelaksanaan program ini didukung oleh tim gabungan yang terdiri atas akademisi dan staf pengelola dari Universitas Indonesia serta Kemendes PDTT. Tim tersebut meliputi Assoc.Prof.Dr. Hendra Kaprisma, dosen FIB UI, Feriska Ajeng Anantri, S.AB., M.A. Dosen Program Pendidikan Vokasi UI, Fitri Siti Salma, Mahasiswa FIB UI, I Gusti Bagus Arya Putra, S.Sos., M.A. dan Rheza Prasetya, S.E., M.M. Perencana Ahli Pertama Kemendes PDTT, Andi Safutra, S.Pd. Penata Layanan Operasional Kemendes PDTT, Lenny Maykel Muliawati, SKM. Staf Pengelola Hibah Diktisaintek DPIS UI, serta Siti Nurjanah, S.I.Kom. Staf Pengelola Hibah Kepedulian kepada Masyarakat DPIS UI.

 Assoc.Prof.Dr. Hendra Kaprisma, dosen FIB UI sekaligus Ketua Tim kegiatan, menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses inovasi dan pembangunan desa.

“Desa sesungguhnya memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari sumber daya alam, pengetahuan lokal, tradisi, keterampilan masyarakat, hingga modal sosial. Tantangan kita adalah bagaimana mengorganisasikan seluruh potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang produktif tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai budaya masyarakat. Karena itu, penguatan kelembagaan harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas manusia, kolaborasi, dan inovasi berbasis kebutuhan lokal,” kata Hendra, dosen FIB UI.

 

Pelatihan dari UI dan Kemendesa PDTT di Sumba Tengah

Penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi desa menjadi agenda penting dalam pembangunan daerah, terutama untuk memastikan bahwa potensi sumber daya alam, keterampilan masyarakat, kekayaan budaya, dan jejaring sosial desa dapat dikelola sebagai kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dalam konteks Kabupaten Sumba Tengah, pengembangan ekonomi desa perlu memperhatikan karakteristik dan potensi lokal, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan untuk mengelola usaha, membangun kemitraan, dan menjangkau pasar.

Melalui kegiatan ini, UI dan Kemendes PDTT mendorong pendekatan pembangunan yang tidak semata-mata berorientasi pada bantuan atau pembentukan kelembagaan formal, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. BUM Desa dan koperasi desa diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai organisasi administratif, melainkan juga berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal yang mampu menghubungkan potensi produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar.

Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan melalui tiga pilar materi utama. Pertama, penguatan kelembagaan dari perspektif sosial budaya lokal menekankan pentingnya modal sosial, kepercayaan, gotong royong, kearifan lokal, dan partisipasi masyarakat dalam membangun kelembagaan ekonomi yang berdaya. Kedua, pengembangan ekosistem berbasis ekonomi hijau mengarahkan peserta untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui kegiatan ekonomi yang efisien, inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Ketiga, penerapan inovasi desa melalui metodologi Design Thinking, yaitu pendekatan pemecahan masalah yang dimulai dengan memahami kebutuhan masyarakat, merumuskan persoalan, mengembangkan gagasan, membuat prototipe, dan menguji solusi secara partisipatif.

Pendekatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam rancangan program yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi desa masing-masing. Dengan demikian, proses pelatihan diarahkan pada pembelajaran aplikatif, pertukaran pengalaman, identifikasi potensi, serta penyusunan strategi pengembangan kelembagaan ekonomi desa.

Sebagai luaran kegiatan, workshop ini menargetkan tersusunnya sejumlah perangkat kerja yang dapat digunakan sebagai dasar tindak lanjut di tingkat desa, meliputi dokumen Action Plan pengembangan usaha, infografis pemetaan potensi desa, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan kelembagaan ekonomi desa. Luaran tersebut diharapkan menjadi instrumen praktis bagi pengurus BUM Desa dan kelembagaan ekonomi desa untuk memperkuat tata kelola, menentukan prioritas usaha, mengembangkan kemitraan, dan meningkatkan keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi UI dan Kemendes PDTT ini mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Universitas tidak hanya berperan dalam menghasilkan kajian akademik, tetapi juga menghadirkan pengetahuan, inovasi, dan pendampingan yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan pembangunan di tingkat lokal. Sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa program pemberdayaan relevan sekaligus memiliki peluang keberlanjutan.

Melalui workshop ini, Kabupaten Sumba Tengah diharapkan semakin memperkuat fondasi kelembagaan ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi lokal, memperluas kolaborasi, dan mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari terbentuknya lembaga atau terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mengelola potensi, mengembangkan usaha, menjaga budaya, dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

 Desa berdaya bukan sekadar desa yang memiliki potensi, melainkan desa yang mampu mengorganisasikan potensi tersebut menjadi kekuatan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

TIM

 

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *