Welcome, Pak-Bu Tani

Welcome, Pak-Bu Tani

Oleh: Prof. Dr. Ir. H. Kasman Jaya, M.Si. *

Kemarin, Sabtu (31/10/2026), meskipun saya tidak sempat membersamai, karena ada kegiatan menguji mahasiswa pascasarjana dijam yang sama, cerita tentang kedatangan beberapa petani dari desa Loru Kabupaten Sigi ke Kampus Universitas Alkhairaat Palu, tepatnya di Laboratorium Dasar, menarik perhatian saya.

Cerita sederhana ini rasanya perlu saya tularkan.
Tidak ada penjemputan khusus sebagaimana ketika kampus menerima pejabat atau tamu penting lainnya. Mereka hanya disambut oleh dua orang dosen, dijamu dengan minuman dan kue seadanya.

Karena mereka sampai siang, maka nasi bungkus balap, tak lupa dihidangkan. Sederhana, tetapi bagi saya, ada makna yang tidak sederhana di balik pertemuan itu.
Kedatangan mereka merupakan tindak lanjut dari pertemuan dan penyuluhan yang kami laksanakan dengan mahasiswa KKN pada 3 Oktober lalu, tentang pembuatan pupuk kompos organik dengan tambahan mikroseknat, inovasi mikroorganisme yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Ir. H. Ratnawati.

Mereka datang tentu bukan sekadar berkunjung. Ada kepercayaan yang sedang tumbuh. Ada pengetahuan yang ingin mereka dalami, dan mungkin ada harapan agar apa yang mereka peroleh di kampus ini dapat diterapkan di lahan pertanian mereka.

Bagi saya, inilah salah satu makna kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat. Kampus tidak semestinya hanya membuka pintu bagi mereka yang memiliki jabatan, kedudukan, atau gelar. Kampus juga harus menyambut mereka yang selama ini telah bekerja dan berbuat banyak bagi negeri ini. Para petani, yang mungkin tidak memiliki pendidikan formal dan status sosial sebagaimana sebagian kalangan lainnya, tetapi memiliki kontribusi nyata dalam menjaga ketersediaan pangan bangsa ini.

Kedua dosen yang menerima mereka sebenarnya tidak ingin diekspos. Namun, sebagai bagian dari institusi, saya merasa cerita seperti ini perlu dicatat. Bukan untuk membesarkan peran individu, melainkan untuk menghadirkan validasi bahwa kampus ini tidak sekadar mentrasfer ilmu di ruang kuliah, melakukan penelitian di Laboratorium dan mempublis karya ilmiah.

Kampus ini juga telah hadir, melayani, berbagi pengetahuan, serta membantu masyarakat memperkuat perjuangannya. Sebab, di balik setiap pangan yang tersaji di meja makan kita, ada keringat dan kerja keras mereka. Mereka adalah bagian penting dari barisan terdepan dalam menjaga ketahanan pangan negeri ini.

Karena itu, kepada para petani desa Loru, sekali lagi saya ucapkan; Welcome, Pak-Bu Tani di Kampus ini.
Kampus peninggalan Guru Tua ini bukan hanya milik kami yang mengajar dan mahasiswa belajar di dalamnya. Kampus ini juga milik masyarakat yang ingin tumbuh, belajar, berbagi, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Olehnya mari dirawat hubungan seperti ini, menjadikan kampus ini sebagai tempat perjumpaan ilmu pengetahuan dengan pengalaman hidup.

Penulis adalah: Guru Besar di Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu*

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *