Makna Kunjungan Dr. Shamsi Ali ke Kota Palu Sulawesi Tengah
Oleh: Dr. H. Abd. Azis Tammauni, S.Sos, M.M.*
Kunjungan tokoh Muslim Internasional yang juga Presiden Nusantara Foundation USA dan sekaligus sebagai Imam Besar New York, Dr. Imam Shamsi Ali, ke Palu, Sulawesi Tengah pada medio Oktober 2026 memiliki beberapa makna penting, baik dari sudut pandang akademis, keagamaan, sosial, maupun pembangunan daerah. Beberapa hal penting yang dapat memberi manfaat untuk masyarakat Sulteng khususnya Kota Palu adalah: (1) Penguatan Wawasan Peradaban Islam Global dan Moderasi Beragama.
Saat meberikan Tausiah pada acara Majelis Subuh Berkah yang dilaksankan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, beliau menekankan pentingnya keteladanan bagi semua unsur, baik Pemerintah, maupun sebagai masyarakat biasa. Dalam tausiahnya Imam Shamsi Ali memuji Gebrakan Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid yang sangat gigih dengan program Berani Berkah salah satu program dari 9 Berani yaitu Sulteng Berjamaah dan Sulteng mengaji, di mana menekankan pentingnya shalat berjamaah sebagai satu-satunya jalan untuk dapat mengubah perilaku seorang muslim menjadi lebih baik dan lebih taat kepada Allah Swt. Lewat Majelis Subuh berkah menjadi ajang untuk silaturrahim antara satu dengan lainnya dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Demikian pula saat meberikan tausiah di hadapan jamaah Gerakan Subuh Berkah (GSB) yang dilaksanakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palu yang bertempat di Masjid Agung Baiturrahim Lolu Palu.
Saat memberikan kuliah tamu di beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Alkhairaat, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, dan di Universitas Muhammadiyah Palu, Imam Shamsi Ali membedah isu “Perkembangan Peradaban Islam di Dunia Global”. Makna dari kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa dan akademisi mengenai posisi Islam di era modern dan Internasional, serta menekankan pentingnya keterbukaan, kedamaian, dan pemikiran rasional dalam mendakwahkan Islam di dunia barat dan Amerika secara khusus. (2) Mendorong kerukunan dan Toleransi Lintas Agama.
Dalam diplomasinya yang konsisten membawa misi dialog antar iman (interfaith dialogue), kunjungan beliau ke Palu menjadi ajang untuk memperkuat nilai-nilai keberagaman (multi cultural). Ini artinya mengukuhkan Kota Palu dan Sulawesi Tengah sebagai wilayah yang menjunjung tinggi toleransi, kerukunan antar umat beragama, dan kehidupan sosial yang harmonis. (3) Membuka Peluang Kerja Sama dan Jaringan Internasional.
Dalam silaturahmi bersama Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai potensi daerah dan gagasan kolaborasi. Maknanya, kunjungan ini membuka pintu jaringan global bagi Palu, terutama melalui kiprah Imam Shamsi Ali sebagai Presiden Nusantara Foundation di Amerika Serikat. Sebagai Tokoh Muslim di AS, Shamsi Ali juga menjadi orang yang dekat dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani sebagai seorang Muslim. Hal ini berpotensi membawa pengaruh positif bagi penguatan program-program pembangunan, pendidikan, dan kebudayaan daerah ke tingkat internasional. (4) Apresiasi atas Kemajuan dan Kebersihan Kota Palu.
Secara khusus, beliau mengutarakan rasa kagumnya terhadap perkembangan Palu pasca-pemulihan yang dinilai semakin bersih, tertata, dan nyaman. Ini berarti menjadi bentuk pengakuan dan motivasi moral dari tokoh dunia bagi pemerintah daerah dan warga Kota Palu untuk terus merawat serta memajukan kotanya.
Secara keseluruhan, kehadiran Imam Shamsi Ali mempertegas bahwa Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, memiliki peran strategis dalam membangun narasi Islam yang damai, moderat, dan terkoneksi dengan perkembangan peradaban dunia.
Penulis adalah: Dosen Fakultas Ekonomi (FEKON) Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu/ Ketua Umum PW Ittihad Persaudaraan Imam Masjid Sulteng*