Demi Kelestarian Ekosistem Mangrove, 1000 bibit pohon mangrove ditanam diperairan pesisir Desa Branta Kabupaten Pamekasan

Demi Kelestarian Ekosistem Mangrove, 1000 bibit pohon mangrove ditanam diperairan pesisir Desa Branta Kabupaten Pamekasan

Madura-Himpunan mahasiswa Agrobisnis Perikanan Universitas Islam Madura pada pagi ini minggu 8 Desember 2019 bertempat di pesisir  Desa Branta Kabupaten Pamekasan melakukan kegiatan Tanam 1000 pohon mangrove dan bersih-bersih pantai dari sampah plastik, kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan pesisir  ini diadakan oleh Ketua Umum Hima Agobisnis Perikanan Menurut Halilur perlu adanya penanaman mangrove secara massal untuk mengembalikan kerusakan ekosistem mangrove yang ada di pulau madura khususnya Kabupaten Pamekasan, agar laut tidak tercemar dan rusak ekosistemnya seperti kita ketahui ekosistem mangrove sebagai tempat hidupnya ikan, kepiting bakau, kerang-kerangan, burung dan rajungan. Hal yang menarik Juga disampaikan Oleh Bpk Doni Ferdiansyah, S.Kel M.M selaku Dosen menjelaskan wajibnya melakukan pelestarian lingkungan dengan cara penanaman pohon mangrove, karena menurutnya akhir-akhir inijugak disadari banyak sampah plastik maupun sampah rumah tangga yang mencemari laut. Ini bisa berakibat tercemar nya perairan laut dan rusaknya ekosistem yang ada di pesisir.

Hutan mangrove banyak meiliki manfaat yang besar bagi penduduk daerah dekat pantai, karena selain mencegah abrasi dan ombak, juga bisa memberikan nilai ekonomis buat masyarakatnya. Dimana di daerah lain yang juga masih masuk pesisir kabupaten pamekasan banyak masyarakatnya yang menghasilkan olahan mangrove seperti sirup mangrove, kopi mangrove, dodol mangrove dll, yang dijual sampai keluar negeri seperti hasil produk olahan kopi mangrove bpak salaman yang sudah sampai kenegara Jepang.

Penanaman 1000 pohon mangrove ini juga melibatkan KPMM kelompok peduli mangrove madura, OISCA organisasi lingkungan dari negara jepang dan masyrakat stempat di desa branta tinggi Kec.Talanakan Kab. Pamekasan, karena merekalah yang akan menerima manfaat langsung dan tidak langsung dari program ini. Masyarakat juga akan diperkaya dengan kegiatan budidaya baik kepiting atau ikan yang menggunakan kawasan hutan mangrove sebagai area pemijahan (berkembang biak).

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares