Cetak Sejarah, SMKN 1 Biau,Juara LCTF

Cetak Sejarah, SMKN 1 Biau,Juara LCTF

Palu-wartakiat| Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN), 1 Biau, Kabupaten Buol berhasil menjadi juara Lomba Cepat Tepat Fiqhi (LCTF) XV sekaligus mencetak hattrick sejarah.

SMKN 1 Biau menjadi sekolah kejuruan pertama yang meraih juara pertama pada ajang lomba ilmu Fiqhi yang digagas mahasiswa program studi Ahwal al-Syakhshiyyah (Hukum Keluarga) dan prodi Ekonomi Syariah (ES) Fakultas Agama Islam (FAI) Unisa itu,

Regu SMKN 1 Biau berhasil mengalahkan sekolah dengan basis keagamaan ternama di kota Palu dan menjadi tim non unggulan yang menjadi juara sekaligus menyingkirkan juara bertahan MAN 1 Parigi.

Dipartai final, regu SMKN 1 Biau berhasil meredam perlawanan tim unggulan dari Kabupaten Poso, MAN 1 Poso. Sementara juara bertahan, MAN 1 Parigi harus puas diurutan ketiga. Posisi keempat ditempati tim penuh kejutan dari Kabupaten Morowali, SMA Alkhairaat Kolono.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Dr. Ahmadan B. Lamuri mengatakan, pimpinan Universitas memberikan apresiasi dan sambutan positif pada penyelenggara maupun peserta mengingat pembelajaran fiqhi yang lombakan setidaknya telah memperkenalkan masalah-masalah fiqhi, ragam problematika umat terkait dengan perilaku masyarakat yang menimbulkan masalah hukum.

Selain itu kata Ahmadan, kegiatan LCTF yang menghadirkan peserta SMA sederajat yang berasal dari empat Provinsi di Sulawesi itu juga menjadi bagian dari promosi Unisa.

“Olehnya kegiatan seperti ini, secara otomatis juga memperlihatkan kualitas mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan berskala besar, semoga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi seluruh tim yang ikut berkompetisi di kegiatan LCTF untuk melanjutkan studi di Unisa,” katanya saat menutup kegiatan LCTF pekan lalu.

Wakil Rektor III yang juga Ketua Baznas kota Palu itu menilai, sekolah dikota bukan sebuah ukuran untuk menilai kualitas, hal itu telah dibuktikan oleh SMKN 1 Biau yang berasal dari kota kecil yang minim fasilitas mampu mengalahkan tim dari kota besar dengan fasilitas lengkap.

Menurutnya, kesuksesan seseorang tidak bisa diukur dari sekolah mewah, melainkan kesungguhan dan kerja kerasnya.

Ia juga meminta para siswa tidak perlu berkecil hati karena tinggal dan sekolah didaerah terpencil dan serba kekurangan, yang terpenting adalah semangat dan motivasi, manfaatkan waktu dan kesempatan untuk terus belajar di manapun berada.

” Saya amati selama kurang lebih 6 hari pelaksanaan lomba yang diikuti 50 sekolah dari 4 Provinsi di Sulawesi, yang sampai dibabak puncak justru sekolah yang letaknya jauh Ibu Kota Provinsi,” katanya.

 

(RL)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares