Berkah Ramadhan, Nenek Ramadia Tempati Rumah Baru

Touna-Wartakiat.Com| Nenek Ramadia,(84), kini tersenyum bahagia, mimpinya untuk memiliki rumah layak huni diusia senjanya kini terwujud. Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mewujdkan mimpi Nenek Ramadia melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang populer dikenal dengan istilah bedah rumah.
Nenek Ramadia menuturkan, sebelumnya, jangankan tidur nyenyak, dia terpaksa tidak bisa tidur semalaman jika hujan turun. Betapa tidak, atap rumbia yang memayungi rumah reotnya juga sudah termakan usia, jika hujan turun, tidak lagi bisa menaungi nenek Ramadia yang sudah renta, air hujan langsung menghunjam tempat tidurnya.
Tidak ada keluh kesah, apalagi menyalahkan siapapun, semuanya ia pasrahkan pada sang pemilik hidup, Allah SWT. Sepeninggal suaminya, tak ada lagi teman bercengkrama berbagi suka maupun duka. Apalagi disaat Ramadhan seperti saat ini, matanya menerawang membayangkan wajah suaminya.
“Nek, kenapa melamun, ia tersentak saat disapa media ini, disudut mata keriputnya ada bening air mengalir, ia tidak menyadari air matanya telah tumpah,” Nenek yang sabar yach, kata kontributor media ini.
Doa Nenek Ramadia untuk bisa berkumpul dengan anak dan cucunya di rumah baru, saat lebaran nanti akhirnya di kabulkan Allah SWT. Nenek Ramadia salah satu warga desa Kabalo yang mendapatkan Program Bantuan Rumah Swadaya tahun 2020. Menariknya, rumah milik nenek Ramadia menjadi prioritas oleh pemerintah Desa Kabalo.
Pikiran nenek Ramadia sempat kalut, ditengah himpitan ekonomi ia tidak punya daya dan kekuatan untuk membenahi sendiri rumahnya. Bahkan ia sempat menyampaikan bahwa ia tidak layak mendapatkan bantuan itu.
Ditengah kekalutannya itu, pemerintah desa Kabalo, keluarga dan tetangga menyampaikan bahwa program itu bersifat swadaya kelompok yang mengutamakan gotong royong dan kerjasama dalam proses pembangunan hingga selesai dan ditempati dengan nyaman oleh pemiliknya.
Kegembiraan nenek Ramadia tak bisa diungkapkan oleh kata-kata selain sykur kepada Allah SWT tak kala melihat anak, cucu, keluarga dan sanak keluarga lainnya membantunya meraih mimpi memiliki rumah baru diusia senjanya.
“Tak ada yang dapat saya lakukan selain bersyukur dan berdo’a agar kiranya rumah impian saya terwujud dan tidak mendapatkan hambatan serta kendala apapun sampai batas waktu yang telah ditentukan” kata nenek Ramadia penuh haru.
Nenek Ramadia benar-benar takjub akan kebesaran Allah SWT, ditengah keraguannya, tidak mampu menyelesaikan pembangunan rumahnya. Allah mengirim bantuannya, bantuan datang seperti air bah. Anggota kelompok yang di Ketuai Abubakar A. Sinta membantu proses pembangunan, mulai dari penyediaan swadaya, pengangkutan pasir, pembuatan batako, penyusunan batu/dinding, pembuatan kusen, sampai tahapan finising, semua dilakukan bersama-sama tetangga.
Kini, nenek Ramadia tersenyum bahagia. Mimpinya kini jadi kenyataan. Iia kini memiliki rumah yang nyaman, meskipun sederhana, tidak lagi bocor saat musim hujan. Ia lebih khusyu dengan RabbNYA dibulan penuh ampunan ini. Ia berupaya meraih pahala sebanyak-banyaknya. Ia perlakukan Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir baginya. Karena baginya tidak ada jaminan ia akan bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan.
Terpisah, Awaludin Peolin, Kepala Desa Kabalo, mengaku bersyukur, desanya terpilih sebagai salah satu desa yang mendapatkan program bantuan ini. Sebelumnya, desa yang sudah dipimpinnya selama dua periode itu belum sama sekali tersentuh bantuan.
”Alhamdulillah kini dengan program pemerintah melalui Bantuan Rumah Swadaya dapat memberikan stimulan dan rangsangan kepada masyarakat saya, untuk tahap ini, terbangun dua puluh tiga rumah masyarakat yang direnovasi, saya berharap program ini dapat berlanjut sampai ke tahap berikutnya di desa Kabalo, mengingat masih banyak masyarakat yang rumahnya tidak lagi layak huni,” tutupnya.
Laporan : Kontributor Touna -Ramlah Laki
Editor: Ridwan Laki