Habib Mustafa Rencana Datangkan Musisi Gambus Mustafa Balasyik

Habib Mustafa Rencana Datangkan Musisi Gambus Mustafa Balasyik

Palu-Wartakiat| Habib Mustafa bin Saggaf Aljufri berencana menghadirkan musisi gambus kenamaan tanah air, Mustafa Abdullah atau lebih dikenal dengan Mustafa Balasyik. Habib Mustafa yang akrab disapa Guru Mbaso itu mengakui, dirinya berencana mendatangkan musisi gambus kelahiran Banyuwangi 16 Maret 1965 itu di kota Palu untuk memeriahkan miladnya yang ke-19, pada tanggal 23 Desember 2022 mendatang.

Untuk diketahui, Mustafa Abdullah lahir di Banyuwangi tangal 16 Maret 1965, lahir dari pasangan Abdullah Al-Haddar dan Talhah, merintis karir gambusnya bersama Yahya Muhammad Al – Muhdor di orkes gambus Balasyik, sampai berhasil membuat Balasyik menjadi orkes gambus dengan basis fans terbesar di Indonesia, bahkan sampai ke Malaysia dan sebagian Brunei Darussalam.

Gaya menyanyi yang lain dari yang lain membuat Mustafa berhasil membuat musik gambus mengindonesia dan tidak hanya disukai kalangan keturunan arab tetapi juga sebagian orang pribumi asli indonesia.

SEJARAH MUSIK GAMBUS DI INDONESIA

Musik gambus di Indonesia dibawa oleh Syech Albar, Syech (atau Syeikh) Albar adalah salah satu pemusik irama Timur Tengah yang cukup terkenal di Indonesia. Pemusik keturunan Arab-indonesia ini lahir di Surabaya. Dari hasil perkawinannya dengan Farida Al-Hasni, ia dikaruniai beberapa anak, di antaranya penyanyi rock terkenal Ahmad Albar.

Di Tahun 1920-an dan 1930-an Syech Albar dikenal sebagai pemain gambus yang mumpuni. Pada zaman ‘kuda gigit kue apem’ itu, lagu-lagu Syech Albar sudah masuk dunia rekaman dan direkam oleh perusahaan piringan hitam terkenal ‘His Master Voice’. Menurut Munif yang juga seorang penggiat gambus dan pernah jadi penyanyi gambus, mengatakan petikan dan pentilan gambusnya tidak kalah dengan Abdul Wahab, pemain gambus kesohor dari negeri asal Firaun, Mesir.

Memang selain dirinya sendiri yang berbakat, jiwa seni Syech bin Abdullah Albar ini juga mengalir pada putrinya Sadiah Albar, seniwati yang beberapa kali muncul di GKJ Pasar Baru, Jakarta Pusat tahun 1950-an. Sedangkan cucu dari putri tertuanya, adalah suami Fitria Elvie Sukaesih. Istrinya bernama Fadlun Albar, setelah ditinggal mati suaminya, menikah dengan produser film Persari, Djamaluddin Malik, ayah dari Camelia Malik.

Kelebihan Syech Albar dalam bergambus ria adalah kemampuan dalam menciptakan lagu-lagunya sendiri. Bahkan Syech Albar yang berdomisili di Surabaya mengikutsertakan grup musik dari Italia, saat rekaman di ‘His Master Voice’, yang menyebabkan namanya dikenal di negara-negara Arab. Pers Lebanon pun pernah menjulukinya sebagai pemain gambus paling andal di jagad, kecuali Timur Tengah. Bahkan rekaman lagu-lagunya masa itu banyak beredar di berbagai negara Arab. Ciptaannya seperti lagu-lagu sarah atau zapin yang berorientasi ke lagu-lagu Hadramaut, wilayah asal mula hampir seluruh keturunan Arab.

Kemudian musik – musik gambus Syech Albar dilanjutkan oleh Seorang pegambus tradisionil indonesia bernama Segaf Assegaf.

Laporan: Ridwan Laki
Diolah dari berbagai sumber

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.