P2KB dan BKKBN Gandeng Universitas Alkhairaat Cegah Stunting di Sulteng

P2KB dan BKKBN Gandeng Universitas Alkhairaat Cegah Stunting di Sulteng

Palu-Wartakiat| Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Tengah dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Sulawesi Tengah gandeng Universitas Alkhairaat (UNISA), Palu cegah stunting di Sulawesi Tengah.

Pimpinan Kedua institusi pemerintah SulawesinTengah  itu hadir bersama dalam pembekalan mahasiswa KKN UNISA angkatan ke-50 sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di aula Fakultas Agama Islam (FAI), Sabtu, (27/8).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB), Sulteng yang diwakili oleh Kepala Bidang KB, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, H.Burhan Tahir, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada UNISA yang telah menyambut baik dan turut serta mendukung pencapaian program kependudukan dan keluarga berencana, khususnya dalam dalam upaya percepatan penurunan stunting di provinsi Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan itu, Burhan memaparkan hasil survey yang dilakukan oleh Status Gizi Indonesia (SSGI), tahun 2021 yang menempatkan Sulteng pada angka prevalensi stunting 29,7 persen, termasuk 10 daerah penyumbang terbesar angka stunting di Indonesia.

Untuk Sulawesi Tengah, kata Burhan, Gubernur menargetkan sebesar 11 persen pada tahun 2026. Intervensi stunting membutuhkan keterlibatan semua sektor dengan mengambil peran sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, termasuk UNISA sangat besar peranannya dalam bidang penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset dan inovasi.

“Dengan KKN tematik ini, seluruh mahasiswa yang akan menggunakan aplikasi E-Pagassi dilapangan akan mendapatkan data dan informasi tentang stunting di lokasi KKN, dengan data ini, pihak perguruan tinggi akan melakukan rumusan lebih lanjut untuk menghasilkan program dan kegiatan yang tepat sasaran,”jelasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh La Ode Dia, Koordinator bidang Pengendalian Penduduk, mengatakan, prevalensi stunting bervariasi menurut kabupaten/kota. Tertinggi kata La Ode Dia, ada di kabupaten Sigi, 41 persen dan terendah di kota Palu, 23 persen.

Ia berharap, mahasiswa KKN dapat menggali informasi sebanyak mungkin yang berkaitan dengan stunting di lokasi KKN.

“Ayo bangun keluarga Sulawesi Tengah yang berketahanan dengan terbebas dari stunting, berencana itu keren!,”ucapnya.

Rektor Universitas Alkhairaaat, Dr Umar Alatas dalam amanahnya meminta mahasiswa KKN UNISA dapat menjalankan amanah ini dengan baik.

“Kesuksesan kalian, adalah kesuksesan lembaga ini, jaga baik-baik kepercayaan yang telah diberikan, jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,”tegas Rektor.

Pembekalan KKN angkatan ke-50 itu turut dihadiri oleh koordinator KKN PTN/PTS, Prof. Dr Rosmala Nur, Wakil Rektor 1, Dr Fachrudin A.Yahya, Ketua LPPM UNISA, Abdul Kadir Alkaf, para Dekan dan para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Laporan: Ridwan Laki

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.