Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Sejak Dini Melalui Aktvitas Mendongeng

Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Sejak Dini Melalui Aktvitas Mendongeng

Oleh: Rani Fardani, S.S., M.Pd.*

“Di sebuah istana mulut, hiduplah gigi putih yang cantik dan ganteng. Suatu hari, Erdogan dan Sophia memakan cokelat yang sangat banyak namun lupa menyikat gigi sebelum tidur. Tiba-tiba, pasukan kuman datang menyerang dan gigi putih pun menangis ketakutan…Haaaaap!! beruntungnya, para prajurit fluoride dapat menangkap para kuman yang nakal itu”.

Demikian potongan dongeng yang disampaikan seorang ibu kepada anak-anaknya menjelang tidur. Mendongeng merupakan seni bercerita atau menuturkan kisah secara lisan baik menggunakan buku maupun imajinasi bebas yang bertujuan untuk mengembangkan daya pikir, mengedukasi, menanamkan nilai moral/karakter, mengembangkan empati, sarana hiburan yang menyenangkan dan menenangkan serta dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan literasi anak. Aktivitas mendongeng melibatkan penggunaan ekspresi wajah pendongeng, improvisasi suara, dan bahasa tubuh yang menarik untuk meningkatkan imajinasi anak dan mempererat hubungan emosional antara pendongeng dan anak serta membuat informasi lebih mudah diserap dan dipahami.

Mendongeng tentang kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu metode efektif yang dapat digunakan oleh orang tua untuk menanamkan kebiasaan menyikat gigi sejak dini, mengajarkan anak untuk mengurangi makanan manis, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mengurangi rasa takut anak saat ke dokter gigi. Proses pembiasaan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini tidak lepas dari peran orang tua sebagai role model utama dan pertama yang sangat penting dalam mengedukasi karena orang tua adalah figur terdekat yang membentuk perilaku dan kebiasaan anak dengan cara menyenangkan dan tidak menakutkan. Pembentukan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut anak harus dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari sehingga secara berkelanjutan menjadi bentuk kesadaran tanpa paksaan bagi anak.

Mengapa orang tua menjadi fondasi terkuat dalam aktivitas mendongeng untuk mengedukasi anak tentang kesehatan gigi dan mulut sejak dini? Hal ini dikarenakan: 1) orang tua merupakan representasi lingkungan terdekat pertama yang bersentuhan langsung dengan kehidupan anak. Orang tua yang aktif mendongeng dan memberikan contoh konkret dan konsisten akan menghasilkan anak dengan kebiasaan oral hygiene yang baik, 2) orang tua dengan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yang baik memiliki anak yang lebih jarang terkena karies gigi (kerusakan jaringan keras gigi yang jika dibiarkan dapat menyebabkan gigi berlubang/pembusukan gigi). Mendongeng menjadi media bagi orang tua untuk meningkatkan literasi kesehatan gigi dan mulut anak melalui transfer pengetahuan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak, 3) anak-anak di bawah usia lima tahun belajar melalui peniruan terutama dari orang tua mereka. Melalui mendongeng, orang tua dapat mengintegrasikan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut ke dalam kehidupan sehari-hari yang lebih menyenangkan, 4) anak-anak merasa aman dengan orang tua mereka sehingga melalui aktivitas mendongeng dapat mengurangi rasa takut jika suatu saat berhadapan dengan dokter gigi.

Secara umum, aktivitas mendongeng bagi anak harus disesuaikan dengan usia, isi dongeng serta cara penyampaiannya. Lantas usia berapakah anak mulai dapat diedukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut melalui aktivitas mendongeng? Pengenalan kesehatan gigi dan mulut sebaiknya dimulai sedini mungkin, idealnya saat gigi susu pertama tumbuh. Edukasi melalui aktivitas mendongeng dapat membantu membangun kebiasaan merawat gigi yang baik sebelum mereka sering mengonsumsi makanan manis dan makanan yang lebih beragam, yakni: 1) usia 6 – 12 bulan (tumbuh gigi pertama): anak mulai dikenalkan proses membersihkan gigi dan mulut melalui dongeng sambil bernyayi saat menyikat gigi. Aktivitas bernyanyi sambil mendongeng dapat menciptakan suasana ceria bagi anak sehingga menyikat gigi menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dan bukan sebuah paksaan, 2) usia balita (1 -3 tahun): sesuai perkembangan usianya yang lebih suka terhadap gambar dan warna yang menarik maka orang tua dapat menggunakan buku cerita bergambar, boneka atau gerakan tangan yang dapat memvisualisasikan atau menghidupkan cerita dengan mnggunakan bahasa yang ceria, mudah dipahami dan cerita yang lebih pendek. Aktivitas mendongeng tersebut dapat dilakukan 5-10 menit sebelum jam tidur anak sehingga cerita dapat tersampaikan dalam suasana santai dan menenangkan, 3) usia pra-sekolah (3-5 tahun): orang tua dapat memilih cerita yang memiliki alur sederhana dan penokohan yang sesuai dengan nama meeka. Aktivitas ini dapat dilakukan 10-15 menit sebelum tidur siang atau tidur malam dan sebaiknya hindari cerita yang dapat merangsang aktivitas fisik berlebih agar anak tidak kembali terjaga, 4) usia sekolah (6 tahun ke atas): dongeng dapat dilakukan lebih kompleks dan lebih panjang lagi mengenai manfaat dan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta dampak makanan manis yang dapat menyebabkan gigi berlubang jika tdak disikat. Aktivitas mendongeng tersebut dapat dilakukan 15-20 menit atau lebih dan dapat disertai dengan umpan balik misalnya memberikan waktu bagi anak jika ingin bertamya tentang hal yang tidak dimerngerti oeh mereka.

Ada beberapa aktivitas mendongeng yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengedukasi anak mengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini agar lebih mudah diterima dan dapat menjadi kebiasaan baik, yakni: 1) bernyanyi: orang tua dapat membuat lagu secara bebas untuk membuat anak lebih ceria saat menyikat gigi, 2) boneka tangan: gunakan boneka tangan untuk memeragakan cara menyikat gigi dan lidah yang benar, 3) bermain peran: mengajak anak untuk bermain dokter-dokteran gigi yang menjadikan orang tua sebagai dokter gigi dan anak sebagai pasien yang memeriksakan gigi, 4) cergam: gunakan buku cerita bergambar untuk mengenalkan tentang gigi dan mulut, 5) bercerita: gunakan dongeng tentang pahlawan yang melawan kuman-kuman nakal di gigi atau peri yang memberikan hadiah bagi gigi susu yang bersih dan hindari cerita yang terlalu menegangkan.

Namun hal penting yang harus diingat bahwa mendongeng untuk mengedukasi anak sejak dini tentang kesehatan mulut dan gigi bukan hanya dijadikan rutinitas bercerita belaka, tapi yang perlu lebih diingat adalah aktivitas mendongeng merupakan sarana untuk membangun hubungan emosional antara orang tua dan anak dengan cara yang lebih menyenangkan dalam mendidik dan membangun kepribadian anak yang positif. Jika bonding yang terbangun baik maka apapun pengetahuan yang diberikan pada anak akan terserap dengan optimal. Dan jika kebiasaan baik tersebut sudah melekat pada anak, maka jangan lupa berikan pujian atau pelukan pada anak-anak yang sudah menjaga kebiasaan baiknya. Jadi, sudahkan kita mendongeng untuk anak-anak kita hari ini?

Penulis adalah Dosen Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat*

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *