Pentingnya Keterampilan Kreatif bagi Ibu Rumah Tangga dalam Membantu Ekonomi Keluarga Menurut Syari’at Islam

Pentingnya Keterampilan Kreatif bagi Ibu Rumah Tangga dalam Membantu Ekonomi Keluarga Menurut Syari’at Islam

Oleh: Ningsih, S.E.,M.M*

Ditengah tekanan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat, peran keluarga sebagai fondasi kesejahteraan menjadi semakin krusial. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan kebutuhan hidup lainnya mendorong keluarga untuk lebih kreatif dalam menjaga stabilitas ekonomi. Dalam situasi ini, keterampilan kreatif ibu rumah tangga muncul sebagai potensi besar yang sering kali belum mendapat perhatian serius.

Selama ini, peran ibu rumah tangga kerap dipersempit hanya pada urusan domestik. Padahal, di balik aktivitas rumah tangga, banyak keterampilan yang bernilai ekonomi. Memasak, membuat kue, menjahit, merajut, mengelola usaha kecil, hingga memanfaatkan media sosial untuk pemasaran adalah contoh keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan dari rumah. Menariknya, semua aktivitas ini dapat dijalankan tanpa harus meninggalkan peran utama sebagai pengelola rumah tangga.

Dalam perspektif syari’at Islam, keterlibatan ibu rumah tangga dalam aktivitas ekonomi bukanlah hal yang dilarang. Islam memuliakan perempuan dan memberikan ruang bagi mereka untuk berusaha selama dilakukan secara halal, menjaga etika, serta tidak melalaikan kewajiban keluarga. Bahkan, usaha ekonomi yang diniatkan untuk membantu keluarga bernilai ibadah. Rezeki yang diperoleh dari kerja keras dan kreativitas merupakan bagian dari ikhtiar yang dianjurkan dalam Islam.

Keterampilan kreatif ibu rumah tangga juga mencerminkan nilai ta’awun atau tolong-menolong dalam keluarga. Ketika ibu turut berkontribusi secara ekonomi, beban suami menjadi lebih ringan. Hubungan rumah tangga pun dibangun atas dasar kerja sama, bukan ketergantungan sepihak. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan keadilan, keseimbangan, dan musyawarah dalam kehidupan keluarga.

Dari sudut pandang ekonomi syariah, usaha kreatif ibu rumah tangga berperan penting dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Penghasilan tambahan dari usaha kecil dapat membantu keluarga menghindari utang berbunga dan praktik riba yang dilarang dalam Islam. Selain itu, usaha berbasis keterampilan cenderung lebih berkelanjutan karena berangkat dari potensi diri, bukan sekadar konsumsi.

Lebih jauh, peran ibu rumah tangga dalam ekonomi kreatif juga membawa dampak sosial. Anak-anak tumbuh dengan teladan kerja keras, kemandirian, dan kreativitas. Lingkungan sekitar pun dapat merasakan manfaat melalui terbukanya peluang usaha dan berbagi rezeki. Dengan demikian, keterampilan kreatif ibu rumah tangga tidak hanya menjaga ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Sudah saatnya keterampilan kreatif ibu rumah tangga dipandang sebagai aset, bukan aktivitas sampingan. Dalam bingkai syari’at Islam, peran ini bukan hanya sah, tetapi juga mulia. Ketika ibu rumah tangga berdaya secara ekonomi, keluarga menjadi lebih kuat, mandiri, dan insyaAllah lebih berkah.

Penulis adalah: Dosen Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Alkhairaat*

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *