Memaknai Manajemen Puasa      

Memaknai Manajemen Puasa      

Oleh: Dr. H. Abd. Azis Tammauni, S.Sos.,M.M.*

Secara umum manajemen adalah suatu ilmu yang mempelajari secara komprehensif tentang bagaimana mengarahkan dan mengelola orang-orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda dengan tujuan untk mencapai tujuan yang diinginkan.

Ibadah puasa adalah ibadah yang di dalamnya membutuhkan keteraturan dalam pelaksanaanya, sehingga mendatangkan faedah atau manfaat baik tinjauan jasmani maupun rohani.

Manajemen puasa dalam Islam bukan sekadar menahan untuk tidak makan dan tidak minum di siang hari, melainkan sebuah bentuk manajemen diri (self-management) yang komprehensif. Tujuannya tidak lain adalah mencapai derajat Taqwa dengan menyeimbangkan dimensi fisik, mental, dan spiritual.

Untuk dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik, perlu kita memahami panduan manajemen puasa yang efektif berdasarkan nilai-nilai Islam, yaitu:

1. Manajemen Niat dan Spiritual (Ruhiyah)

Segala sesuatu dalam Islam dimulai dengan niat, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: Innamal a’malu binniyati. Tanpa manajemen spiritual yang baik, puasa hanya akan menjadi ritual fisik yang melelahkan dan tidak memberikan nilai apa-apa. Sabda Nabi SAW:

“Betapa banyak orang yang bepuasa, namun dia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga”

Dalam ibadah puasa harus dilaksanakan dengan ikhlas yaitu memastikan puasa dilakukan semata-mata karena Allah (Lillahi Ta’ala), demikian pula puasa juga dapat menjadi muhasabah yakni menjadikan puasa sebagai momen evaluasi diri atas perilaku setahun terakhir.

Seseorang yang berpuasa harus bisa menyusun jadwal harian untuk tilawah Al-Qur’an, shalat sunnah (Tarawih/Tahajud), dan dzikir agar waktu tidak terbuang sia-sia.

2. Manajemen Fisik dan Nutrisi (Jasmaniyah)

Islam sangat menganjurkan pola hidup sehat agar ibadah tetap optimal. Rasulullah SAW memberikan teladan seperti Sahur di Akhir Waktu: dan mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama. Demikian pula pada saat berbuka puasa agar disegerakan dengan maksud untuk mengembalikan kadar gula darah dengan yang manis (seperti kurma) sesuai sunnah.

Ajaran puasa menganut prinsip keseimbangan yaitu tidak berlebihan saat berbuka puasa, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. “Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napas.”

Untuk menghindari Hidrasi, maka oarng yang puasa perlu menggunakan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, 2 gelas saat sahur).

3. Manajemen Waktu dan Produktivitas

Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Manajemen waktu yang baik membedakan antara orang yang “hanya tidur” dengan orang yang “tetap berkarya”.

Konsep puasa meningkatkan produktivitas dengan melatih disiplin diri, manajemen waktu, fokus mental, dan ketangguhan fisik-mental, yang mengubah keterbatasan menjadi efisiensi kerja. Studi menunjukkan puasa meningkatkan hormon brain-derived neurotrophic factor (BDNF) untuk fokus, serta mendorong pola hidup teratur yang meningkatkan kinerja profesional dan etos kerja.

4. Manajemen Akhlak (Etika)

Puasa adalah “perisai”. Manajemen emosi sangat krusial dalam menentukan kualitas puasa seseorang, antara lain menjaga Lisan yakni menghindari ghibah (gosip), dusta, dan berkata kasar. Selanjutnya kontrol emosi yaitu jika dipancing amarah, katakan pada diri sendiri, “Inni sho’im” (Sesungguhnya aku sedang berpuasa).

Kedermawanan yaitu meningkatkan infak dan sedekah dan kepedulian sosial, karena orang yang berpuasa akan merasakan lapar dan haus sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang miskin. Di sini akan timbul rasa empaty terhadap sesama. Allah akan memberi pahala amal kebaikan dengan berlipatganda.

Manajemen puasa yang sukses adalah ketika seseorang mampu mengendalikan napsu perutnya agar tidak serakah, demikian juga perkataannya agar tidak menyakiti orang lain, dan hatinya tetap tegak lurus dan tetap terpaku pada Sang Pencipta Allah SWT.

Penulis adalah: Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unisa*

 

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *