Bahasa adalah Medium Peradaban
Oleh: Prof. Dr. Ir. H. Kasman Jaya Saad, M.Si.*
Begitu bahasa pengantar promosi ibu Nenny saat presentasi, “Bahasa adalah medium peradaban” dan menurutku itu penting dimaknai. Sering kali kita abai terhadap bahasa, padahal melalui bahasalah manusia menunjukkan identitas, cara berpikir, sekaligus eksistensi dirinya di tengah kehidupan sosial dan budaya. Bahasa itu medium peradaban.
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi ruang penyimpanan ingatan kolektif, nilai, etika, dan cara pandang suatu masyarakat terhadap dunia. Karena itu, penggunaan bahasa Kaili sebagai bahasa pengantar bukan sekadar pilihan linguistik, melainkan juga upaya menjaga kognisi budaya dan proses internalisasi nilai-nilai lokal kepada anak didik, terlebih ini pada materi PAI misalnya, sebagaimana penelitian Ibu Nenny.
Di dalam bahasa daerah, seperti bahasa kaili, tersimpan cara masyarakat memaknai dirinya, menghormati sesama, membangun relasi sosial, hingga menjaga harmoni kehidupan. Ketika sebuah bahasa melemah, sesungguhnya yang ikut memudar bukan hanya kosakatanya, tetapi juga jejak pengetahuan dan kebijaksanaan yang diwariskan turun-temurun.
Maka menjaga bahasa berarti menjaga peradaban. Sebab suatu masyarakat yang kehilangan bahasanya, perlahan akan kehilangan sebagian dari jati dirinya sendiri.
Selamat ibu Dr. Nenny Kurniaty Lisfa, S.Ag.,M.Ag.
Penulis adalah: Guru Besar Universitas Alkhairaat*
