Peran UMKM ditengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Oleh: Dr. Marjun, S.E.,M.M.*
UMKM berperan sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi Indonesia saat ketidakpastian dengan menyumbang lebih dari 60% PDB, menyerap sekitar 97% tenaga kerja, serta menstabilkan ekonomi lokal. Fleksibilitas UMKM dalam beradaptasi, inovasi produk, dan digitalisasi memungkinkan mereka bertahan dan mencegah lonjakan pengangguran selama krisis.
Berikut adalah rincian peran strategis UMKM dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi: 1) Penyerap tenaga kerja dan pengurangan kemiskinan. 2) UMKM meminimalisir dampak krisis dengan tetap membuka lapangan kerja dan mencegah peningkatan angka kemiskinan. 3) Stabilitas ekonomi regional dan nasional: Sebagai penggerak utama, UMKM mengolah potensi lokal sehingga ekonomi daerah tetap berjalan meski di tengah ancaman resesi. 4) Adaptasi cepat (Digitalisasi & Inovasi): Pelaku UMKM dengan cepat melakukan adaptasi melalui penggunaan teknologi digital (seperti QRIS) dan diversifikasi produk untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berubah. 5) Ketahanan Terhadap Krisis: Berdasarkan pengalaman krisis 1998 dan pandemi COVID-19, UMKM menunjukkan ketahanan yang tinggi (resiliensi) dibandingkan perusahaan besar. 6)Pemerataan Ekonomi: UMKM menjangkau daerah-daerah yang kurang berkembang, sehingga membantu memeratakan distribusi pendapatan dan mengurangi urbanisasi.
Untuk memperkuat peran ini di saat ketidakpastian ekonomi, pemerintah dan lembaga terkait terus mendorong peningkatan literasi keuangan, kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan pendampingan untuk adopsi teknologi digital
UMKM di Kota Palu berkembang pesat dengan dukungan pemerintah melalui program inkubasi, fasilitasi sertifikasi halal, digitalisasi pasar, serta bantuan modal, seperti terlihat pada geliat UMKM kuliner di Jalan Baruga, Street Food dan program Koperasi Merah Putih untuk pemulihan ekonomi penyintas bencana. Komunitas UMKM juga berperan penting dalam saling dukung, meskipun ada harapan agar biaya event lebih terjangkau bagi pelaku usaha kecil, sebagaimana diungkapkan oleh pelaku UMKM kuliner.
Dukungan Pemerintah & Program Unggulan: 1)Inkubasi UMKM: Program pendampingan intensif untuk membantu UMKM naik kelas. 2) Sertifikasi Halal: Fasilitasi agar produk UMKM bisa menembus pasar lebih luas. 3) Digitalisasi Pasar: Modernisasi pasar tradisional dengan teknologi digital. 4) Bantuan Modal: Program bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM mikro, terutama pasca-pandemi. 5) Koperasi Merah Putih: Pembangunan gerai koperasi di setiap kelurahan untuk mendukung pemulihan ekonomi penyintas bencana.
Pusat Kegiatan UMKM:
Jalan Baruga Street Food: Kawasan ini menjadi pusat kuliner dengan banyak pengunjung, memanfaatkan bahan baku lokal dan menawarkan produk khas Palu.
Peran Komunitas & Tantangan: Grup-grup UMKM menjadi ruang penting untuk promosi, berbagi informasi, dan saling menguatkan antar pelaku usaha. Ada harapan agar biaya untuk mengikuti bazar dan event UMKM bisa lebih terjangkau agar semua pelaku usaha bisa berpartisipasi.
Cara Terhubung dengan UMKM Palu:
Ikuti akun Instagram resmi seperti @Palu.kota dan @dinkopumnaker_kota_palu untuk informasi terbaru tentang pendaftaran, event, dan program UMKM. Kunjungi platform seperti disperindagpalu.com dan sdi.palukota.go.id untuk data dan informasi lebih lanjut.
Penulis adalah Dosen Program Pascasarjana Prodi Ilmu Manajemen Universitas Alkhairaat/Pengamat Ekonomi*
