Lula Kamal Beri Kuliah Blok Kedokteran Komunitas di FK UNISA Palu

Lula Kamal Beri Kuliah Blok Kedokteran Komunitas di FK UNISA Palu

Palu-WartakiatΙ Artis dan presenter televisi nasional, dr. Lula Kamal hadir di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu. Kedatangannya, sekitar  jam 13.54 Wita disambut hangat Rektor Universitas Alkhairaat (UNISA), Palu, Dr. Muhammad Yasin, bersama para Wakil Rektor. Lula Kamal dikalungkan selempang motif kelor berwarna hijau oleh Wakil Rektor 3 drg. Lutfiah.  Jumat,  (17/7), diruang kerja rektor.

Lula yang datang mengenakan atasan baju batik warna dasar putih gading motif kawung modern khas Yogyakarta, model tunik lengan panjang dipadukan dengan rok panjang warna hitam polos didampingi oleh Kepala BPJS cabang Palu langsung bergegas menuju Aula Fakultas Kedokteran untuk memberikan kuliah tamu “BPJS Kesehatan dan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Implementasinya dalam Pelayanan Kesehatan dan Kedokteran Komunitas”

dr. Ricky Yuliam mengatakan, Lula Kamal diundang dalam kapasitas sebagai Dewan Pengawas (Dewas), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) untuk memberikan kuliah pada Blok Kedokteran Komunitas  di Fakultas Kedokteran.

“Jadi kehadiran dr. Lula Kamal ini murni kami undang dalam kapasitas beliau sebagai dewan pengawas BPJS, memang sudah berapa kali kami rencanakan untuk mengundang beliau, namun belum ada waktu yang tepat. Alhamdulillah hari ini ibu dr dengan senang hati bersedia menerima undangan kami untuk memberikan kuliah di Blok Kedokteran Komunitas,” kata dr. Ricky Yuliam.

Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, kehadiran publik figur seperti Lula Kamal menginspirasi para mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat.

“Kehadiran publik figur seperti Lula Kamal, yang selama ini hanya kita lihat dilayar kaca, memotivasi mahasiswa kedokteran dalam menjalani studinya, khususnya yang mengikuti Blok Kedokteran Komunitas. Saya mengajak anak-anakku  sekalian untuk mengikuti materi yang disampaikan dengan baik,” kata Muhammad Yasin, Rektor UNISA Palu.

Mengawali materinya, dr. Lula Kamal memaparkan sembilan prinsip penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), prinsip Kegotongroyongan, yang sehat membantu yang sakit, yang muda membantu yang tua, yang mampu membantu yang kurang mampu.  nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, kepesertaan wajib, dana amanat dan hasil dana untuk peserta.  Lula juga memaparkan data dari Universal Health Coverage (UHC) yang menyebutkan dari 282,7 juta penduduk Indonesia hanya kurang lebih 98,5 persen penduduk Indoseia yang tercover JKN.

Pada bagian lain, Lula Kamal juga menjelaskan pergeseran paradigma kedokteran komunitas, kalau dulu fokus mengobati setelah sakit, sekarang sudah bergeser mencegah dan menjaga kesehatan atau biasa disebut promotif-preventif. Hal itu menjadi penting karena saat ini biaya kesehatan dan penyakit kronis terus meningkat. Dia juga menyebut sejumlah penyakit seperti jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke menyerap porsi biaya terbesar JKN.

Perempuan keturunan Arab Hadhrami ini juga menyoal pentingnya peran dokter dalam ekosistem JKN, sebagai kontak medis pertama di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dokter menapis, menangani, dan merujuk secara rasional sesuai indikasi medis. Menerapkan panduan praktik klinis (PPK)  dan standar pelayanan agar layanan aman, efektif, dan terstandar. Menegakkan diagnosis dan  terapi tepat, menghindari pemeriksaan atau tindakan berlebih yang membebani dana amanat. Mengedukasi pasien dan komunitas, menggerakkan prolanis dan skrining sebagai ujung tombak pencegahan. Rekam medis dan klaim yang jujur; menolak praktik moral hazard demi menjaga kepercayaan publik dan berkolaborasi dengan BPJS, Dinas Kesehatan, dan  faskes lain untuk pelayanan berkeadilan lintas wilayah.

Hal lain juga yang sering terjadi kata Lula Kamal adalah soal etika dan integritas seperti perubahan perilaku karena merasa ‘ditanggung’, misalnya menuntut layanan berlebih atau kurang menjaga kesehatan dan tindakan sengaja untuk keuntungan tidak sah, seperti klaim fiktif, upcoding, penggelembungan tindakan, atau manipulasi diagnosis.

Dibagian akhir materinya dokter Lula mengungkapkan JKN adalah milik bangsa, instrumen negara berbasis gotong royong untuk melindungi seluruh rakyat, bukan sekadar ‘asuransi’. Dokter menjaga kendali mutu, kendali biaya dengan praktik yang tepat, jujur, dan berbasis bukti. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama sebagai gatekeeper dan pusat promotif, preventif menentukan mutu dan keberlanjutan JKN dan menolak kecurangan dan moral merasa ditanggung menuntut layanan berlebih adalah bentuk nyata menjaga dana amanat dan legitimasi JKN.

Kegiatan kuliah tamu ini selain diikuti oleh mahasiswa kedokteran dan dosen juga diikuti oleh Ketua Yayasan Alkhairaat SIS Aljufri, Dr. Tengku H. Hamdan Rampadio, Rektor Muhammad Yasin, Wakil Rektor 1 Ahsan Marjudo, Wakil Rektor 2 Mawar dan Wakil Rektor 3 Lutfiah yang juga sebagai moderator kuliah tamu.

Tim Humas UNISA Palu*

 

 

 

 

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *