Dosen FKIP Unisa Palu Nasim Taha Uji Pengembangan Bahan Ajar Bahasa dan Sastra Kaili
Palu-Wartakiat Ι Upaya memperkuat pembelajaran sekaligus menjaga keberlanjutan bahasa dan sastra Kaili mendapat perhatian melalui penelitian doktoral dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Nasim Taha. Melalui disertasinya, Nasim mengembangkan bahan ajar bahasa dan sastra Kaili berbasis kearifan lokal dengan pendekatan kontekstual agar pembelajaran lebih dekat dengan realitas budaya dan kehidupan masyarakat Kaili.
Gagasan tersebut dipertahankan Nasim dalam ujian tutup Program Doktor Linguistik Terapan Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (29/9), Disertasinya yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Bahasa dan Sastra Kaili Berbasis Kearifan Lokal dengan Pendekatan Kontekstual di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.”
Penelitian tersebut menempatkan kearifan lokal sebagai bagian dari bahan pembelajaran, sekaligus menjadi salah satu upaya memperkenalkan dan mewariskan bahasa serta sastra Kaili kepada generasi muda.
Dalam ujian, Nasim mendapat sejumlah pertanyaan dari tim penguji terkait substansi dan hasil penelitiannya. Ia bersyukur dapat mempertanggungjawabkan disertasinya dengan baik.
“Alhamdulillah, banyak pertanyaan yang disampaikan oleh tim penguji. Saya berusaha memberikan jawaban dan mempertanggungjawabkan penelitian yang saya lakukan dengan sebaik-baiknya,” kata Nasim, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP UNISA Palu.
Nasim menjalani pendidikan doktoral di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Sayana Malabar, M.Pd serta Co-Promotor Dr. Sitti Rachmie Massie, S.Pd.,M.Pd dan Dr. Muslimin, S.Pd.,M.Pd.
Setelah ujian tutup, tahapan selanjutnya adalah promosi doktor, yang jadwal pelaksanaannya akan ditentukan kemudian oleh Universitas Negeri Gorontalo.
Rektor Universitas Alkhairaat Palu, Dr. Muhammad Yasin, mengapresiasi capaian akademik Nasim Taha. Menurutnya, penyelesaian pendidikan doktor yang tepat waktu menjadi bagian dari upaya UNISA Palu meningkatkan kualitas sumber daya dosen.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi UNISA Palu. Capaian Saudara Nasim menunjukkan komitmen dosen untuk terus meningkatkan kapasitas akademiknya,” ujar Dr. Muhammad Yasin, Rektor Universitas Alkkhairaat Palu.
Ia menilai tema penelitian Nasim juga memiliki relevansi dengan pelestarian budaya lokal melalui pendidikan.
“Bahasa dan sastra Kaili perlu terus diperkenalkan dan dikembangkan melalui pendidikan, sehingga generasi muda memiliki pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap warisan budayanya,” kata Yasin, Rektor UNISA Palu.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat dikembangkan dan memberikan manfaat bagi pengembangan pembelajaran bahasa Kaili.
TIM HUMAS UNISA
