UNISA Palu Dorong Peningkatan Kesehatan Warga Dombu melalui Literasi Gizi dan Pertanian Organik

UNISA Palu Dorong Peningkatan Kesehatan Warga Dombu melalui Literasi Gizi dan Pertanian Organik

Sigi-Wartakiat Ι Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, UNISA Palu menyasar masyarakat Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, dengan mengintegrasikan aspek kesehatan, gizi, kesehatan gigi dan mulut, serta potensi pertanian organik.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan Kamis, (24/9)  bertempat di Aula Kantor Desa Dombu, dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kesehatan melalui Literasi Gizi Berbasis Pertanian Organik di Desa Dombu.”

Kegiatan ini dilaksanakan tim dari lintas fakultas UNISA Palu, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Tim pelaksana diketuai drg. Lutfiah, dengan anggota dr. Salmah Sucianti, dr. Sakinah Abdullah, Ridwan Laki, Dr. Jumardin, serta dua mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Kegiatan tersebut juga melibatkan kelompok Tani Cemara dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dombu, sebagai mitra dalam memberikan penguatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan dan pemanfaatan potensi pertanian di Desa Dombu.

Desa Dombu dikenal sebagai salah satu wilayah dataran tinggi di Kabupaten Sigi. Data BPS mencatat Dombu sebagai desa dengan ketinggian wilayah tertinggi di Kecamatan Marawola Barat, sekitar 1.350 meter di atas permukaan laut (mdpl) berdasarkan pengukuran pada ibu kota kecamatan.

Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertanian dan ketersediaan pangan masyarakat. Bahkan, sejumlah sumber mencatat kawasan Dombu memiliki potensi komoditas pertanian dataran tinggi, termasuk kopi Arabika yang dibudidayakan pada berbagai elevasi di kawasan tersebut.

Dalam sambutannya, drg. Lutfiah mengatakan kegiatan pengabdian tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi UNISA Palu kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hubungan antara pangan, gizi dan kesehatan.

Menurutnya, kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, termasuk pertanian dan pendidikan.

“Kami ingin pengabdian ini tidak hanya berhenti pada pemberian materi, tetapi bagaimana pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Potensi pertanian yang ada di Dombu harus dapat mendukung pola konsumsi pangan yang sehat dan bergizi,” ujar drg. Lutfiah, yang juga Wakil Rektor III UNISA Palu.

Ia mengatakan, kolaborasi lintas fakultas menjadi penting karena persoalan kesehatan masyarakat memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek kehidupan.

“Fakultas Kedokteran berbicara tentang kesehatan, Fakultas Pertanian memberikan penguatan dari sisi pangan dan pertanian, sementara bidang pendidikan membantu bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterima dan dikembangkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Desa Dombu, Demas dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian UNISA Palu yang memilih Desa Dombu sebagai lokasi kegiatan pengabdian.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan sehingga masyarakat mampu mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

Menurutnya, masyarakat Dombu memiliki potensi pertanian yang besar, namun masih membutuhkan penguatan pengetahuan dan pendampingan agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada sesi materi, dr. Sakinah Abdullah menyampaikan materi mengenai peningkatan kesehatan melalui literasi gizi berbasis pertanian organik.
Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan pangan yang sehat dan aman. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dalam memilih, mengolah dan mengonsumsi bahan pangan yang memiliki nilai gizi baik.

Menurutnya, pemanfaatan hasil pertanian lokal dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga.

“Literasi gizi penting agar masyarakat memahami bahwa makanan bukan sekadar untuk menghilangkan rasa lapar, tetapi juga menjadi sumber zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh, beraktivitas dan mempertahankan kesehatan,” jelasnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan hasil pertanian yang tersedia di lingkungan sekitar dengan memperhatikan keberagaman pangan, kebersihan, keamanan pangan dan cara pengolahan yang tepat.

Selain materi gizi, drg. Lutfiah memberikan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Ia menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Masyarakat diberikan pemahaman mengenai kebiasaan menyikat gigi dengan benar, menjaga pola konsumsi makanan dan minuman, serta pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala.

Menurutnya, edukasi kesehatan gigi perlu diberikan sejak dini agar kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi bagian dari perilaku hidup sehat keluarga.

Sementara itu, Kepala BPP Dombu, Lucy Basrewan, memberikan materi mengenai potensi pertanian Desa Dombu. Ia menjelaskan bahwa kondisi lahan dan lingkungan Dombu memiliki potensi untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya tanaman yang sesuai dengan karakteristik wilayah dataran tinggi.

Lucy mengatakan, potensi lahan yang subur harus dikelola dengan baik agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dombu memiliki potensi pertanian yang besar. Lahan yang ada harus dikelola dengan baik dan disesuaikan dengan komoditas yang cocok dengan kondisi wilayah. Yang terpenting adalah bagaimana pertanian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Lucy.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan UNISA Palu dalam kegiatan tersebut karena mempertemukan pengetahuan kesehatan dengan sektor pertanian.

Menurutnya, kolaborasi semacam itu penting karena hasil pertanian yang dikelola dengan baik dapat mendukung ketersediaan pangan keluarga, sementara pemahaman mengenai gizi membantu masyarakat menentukan pangan yang baik untuk dikonsumsi.

Kegiatan pengabdian kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta praktek penanaman tanaman keluarga dengan memanfaatkan wadah tanam polibag dengan melibatkan ibu-ibu kelompok tani.

Pada kesempatan itu, warga juga mendapatkan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan dan pengalaman berkaitan dengan kesehatan, pola konsumsi pangan, kesehatan gigi dan mulut serta pengelolaan lahan pertanian.

UNISA Palu menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat. Pendekatan lintas disiplin antara kesehatan, pertanian dan pendidikan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan potensi lokal Desa Dombu.

TIM HUMAS UNISA

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *