Rakor di Morowali Gubernur Sebut Program Sembilan Berani untuk Kemaslahatan Ummat

Rakor di Morowali Gubernur Sebut Program Sembilan Berani untuk Kemaslahatan Ummat

Morowali-WartakiatΙ Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido mengundang sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Provinsi Sulawesi Tengah,  Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) hingga para Kepala Sekolah SMA sederakat se Kabupaten Morowali dan Morowali Utara. Kamis, (16/7).

Gubernur Anwar Hafid menegaskan sembilan Program BERANI menjadi acuan seluruh perangkat daerah dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan di Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikan Gubernur saat memimpin Rapat Koordinasi Program Prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah di Aula SMA Negeri 1 Bungku Tengah, Kabupaten Morowali. Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido.

Gubernur Anwar menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki tanggung jawab bersama untuk mempercepat pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor. “Kami ditugaskan oleh negara membantu kepala daerah kabupaten/kota dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, perikanan maupun sosial,” ujarnya.

Menurut Anwar, sembilan Program BERANI lahir dari aspirasi masyarakat dan menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan pembangunan. Di sektor pendidikan, melalui Program BERANI Cerdas, Gubernur meminta kepala sekolah tidak hanya fokus pada pelaksanaan sekolah gratis dan penyaluran beasiswa, tetapi juga memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah. “Saya berharap kepala sekolah agar menjadikan BERANI Cerdas bukan sekadar bebas biaya sekolah. Pantau anak-anak didik kita dan dorong mereka melanjutkan kuliah,” katanya.

Pada sektor kesehatan, Anwar menjelaskan Program BERANI Sehat melengkapi layanan yang belum ditanggung BPJS Kesehatan, seperti biaya visum, kecelakaan tunggal, hingga korban tawuran. “Yang tidak dicover BPJS akan ditanggung melalui BERANI Sehat. Cukup menggunakan KTP Sulawesi Tengah, masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Di bidang infrastruktur, ia kembali menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan jalan melalui Program BERANI Lancar sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai pembagian kewenangan jalan nasional, provinsi, dan kabupaten.

Sementara itu, melalui Program BERANI Panen Raya, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Sektor energi,  Gubernur mengungkapkan masih terdapat delapan desa di Kabupaten Morowali yang belum menikmati aliran listrik. Secara keseluruhan, masih ada 86 desa di Sulawesi Tengah yang belum berlistrik.

Di bidang digitalisasi melalui Program BERANI Berdering, pemerintah mencatat sekitar 600 desa belum memiliki akses internet yang memadai. Tahun ini, pemerintah memprioritaskan pemasangan sekitar 160 perangkat Starlink, terutama di SD, SMP, dan SMA untuk mendukung pembelajaran berbasis digital.

Kepala UPT Pelabuhan Perikanan dan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Wilayah IV Morowali Utara, Jufri Lahmadi mengaku siap melaksanakan program prioritas gubernur sesuai dengan kewenangan yang diberikan padanya. Dia mengatakan tujuan pertemuan itu mengevaluasi program 9 berani yang menjadi prioritas karena untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.

Aparatur Sipil Negara (ASN), merupakan perpanjangan tangan gubernur  dan pemerintah pusat dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Dia sepakat jika program 9 BERANI gubernur  disusun berdasarkan aspirasi dari masyarakat sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk merealisasikannya.

Dia juga mencatat, target pencapaian program prioritas, berani cerdas, target pencapaiannya adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan, berani sehat, target pencapaiannya, masyarakat Sulawesi Tengah wajib mendapatkan pelayanan kesehatan secara layak, berani lancar, targetnya adalah pengembangan infrastruktur yang baik dan layak akan dilaksanakan secara bertahap, berani terang, targetnya adalah menuntaskan 80 desa yang belum mendapatkan akses listrik.

Sementara berani berdering, targetnya pemasangan starlink di 600 sekolah dan akan dilaksanakan secara bertahap, berani panen raya, gubernur menargetkan pengembangan sektor pertanian,  berani tangkap banyak, targetnya pendataan kebutuhan nelayan secara digital, agar bisa di lakukan pemetaan dan berani berintegritas, yakni reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Dibagian lain, gubernur menegaskan, dinas kehutanan melaksanakan evaluasi terkait batas kawasan hutan serta dinas pendapatan harus melaksanakan pendataan secara lengkap terkait potensi pajak.

Wakil gubernur juga menyampaikan beberapa hal diantaranya, inspektorat akan kembali melaksanakan pendataan serta akan melakukan bimbingan tekhnis terhadap kepala sekolah agar dapat di terapkan di ruang lingkup sekolah dan peningkatan Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana penunjang kesehatan akan di laksanakan secara bertahap.

Laporan: TIM

 

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *