Muhammad Faisal Raih Gelar Doktor, Teliti Pembelajaran Akidah Akhlak di MA Alkhairaat Pusat Palu
Palu,WartakiatΙDosen Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Muhammad Faisal, berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi doktor di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Selasa, (18/8).
Disertasi yang dipertahankan mengangkat judul “Habitus Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu.” Penelitian tersebut berfokus pada pembelajaran Akidah Akhlak sebagai salah satu bagian penting dalam pendidikan keislaman, khususnya dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik di lingkungan Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu.
Dalam penelitian itu, Muhammad Faisal mengkaji proses dan pendekatan pembelajaran Akidah Akhlak serta kaitannya dengan peningkatan hasil belajar peserta didik. Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya di lingkungan Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu.
Dalam proses penyelesaian disertasinya, Muhammad Faisal dibimbing oleh Prof. Nurdin selaku promotor dan Prof. Hamlan sebagai co-promotor. Sementara, tim penguji terdiri dari Prof. Muhammad Idhan sebagai penguji utama I dan Dr. Adawiyah sebagai penguji utama II serta penguji eksternal Dr. Muhammad Ali dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Keberhasilan Wakil Dekan 1 FAI UNISA Palu itu meraih gelar doktor menjadi capaian akademik yang membanggakan bagi Fakultas Agama Islam Universitas Alkhairaat. Gelar tersebut sekaligus diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam dan peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan Universitas Alkhairaat.
Penelitian mengenai pembelajaran Akidah Akhlak ini juga dinilai memiliki relevansi dengan tantangan pendidikan saat ini, terutama dalam membangun peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan dan akhlak yang baik.
Sebagai dosen Fakultas Agama Islam Universitas Alkhairaat, capaian akademik tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan tradisi akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Promosi doktor Muhammad Faisal sekaligus menambah kiprah akademisi Universitas Alkhairaat dalam menghasilkan karya ilmiah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pendidikan Islam di Sulawesi Tengah.
“Penelitian ini didorong oleh pentingnya membangun habitus berbasis akhlakul karimah yang dipengaruhi sosiokultural dan modal keluarga. Integrasi nilai Islam dalam mata pelajaran Akidah Akhlak mendesak dilakukan untuk mengubah aturan madrasah menjadi motivasi intrinsik, sekaligus mengatasi pola belajar peserta didik yang masih reaktif,”kata Faisal, Wakil Dekan 1 FAI UNISA Palu.
Dia mengatakan, pemilihan Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu karena posisinya sebagai pusat pendidikan Islam historis di Indonesia Timur. Riset ini mendesak untuk mengungkap peran pengajaran Akidah Akhlak dalam merekonstruksi habitus belajar negatif siswa. Penelitian bertujuan mendeskripsikan bentuk habitus, mengidentifikasi strategi guru, serta menganalisis implikasinya terhadap hasil belajar holistik sebagai basis pengembangan kurikulum berkelanjutan.
Hasil penelitiannya menunjukkan, habitus pembelajaran Akidah Akhlak dikonstruksi melalui hidden curriculum berbasis figur Sayyid Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) sebagai living role model serta tata tertib madrasah sebagai doxa yang membentuk body hexis peserta didik. Kehadiran figur pendiri menghadirkan panoptikon spiritual yang menggeser motivasi belajar dari kepatuhan pragmatis menjadi pencarian keberkahan (tabarruk) dan penghormatan tulus (ta’zim).
Pembentukan habitus ini dijalankan secara terstruktur melalui tiga pilar keteladanan pendidik (uswah hasanah), pembiasaan sistemis (habitual response), dan pengondisian lingkungan (conditioning of field) yang berdampak signifikan terhadap eskalasi hasil belajar multidimensional, meningkatkan regulasi diri hingga tahap Characterization by a Value pada ranah afektif; menciptakan rasa aman psikologis (psychological safety) yang menurunkan affective filter untuk mendukung deep learning dan ketuntasan kognitif 100% melampaui KKM pada ranah kognitif; serta mewujudkan otomatisasi ibadah, ketertiban ragawi, dan keterampilan sosial-kepemimpinan pada ranah psikomotorik.
Habitus Islami di MA Alkhairaat Pusat Palu memicu psychological safety dan melonggarkan memori kerja siswa sekaligus menggeser pembelajaran tekstual ke pembiasaan karakter serta menjadi dasar hidden curriculum berbasis kearifan lokal.
Turut hadir Rektor Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Dr. Muhammad Yasin, Ketua Senat Universitas Alkhairaat, Prof. Dr. Ir. Kasman Jaya, Wakil Rektor III, drg. Lutfiah dan sejumlah Pejabat FAI UNISA Palu. (TIM)
