Milad Unisa 30, Fakultas Pertanian Lakukan Penyuluhan di Soulowe Sigi

Milad Unisa 30, Fakultas Pertanian Lakukan Penyuluhan di Soulowe Sigi

Palu-Dalam rangkaian Milad Universitas Alkhairaat (Unisa), ke-30, dan implementasi Tridharma bidang Pengabdian, sejumlah dosen Fakultas Pertanian (Faperta), turun lapangan melakukan penyuluhan bagi petani di Desa Soulowe, Kecamatan Biromaru Kab. Sigi, pekan lalu.

Dr.Ir. Hj. Ratnawati, mengatakan, pemilihan desa Soulowe dilakukan secara purposive, mengingat daerah itu merupakan salah satu sentra pertanaman bawang merah di Kab. Sigi. Selain itu daerah ini juga termasuk masif penggunaan pestisida dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Ia juga mengatakan, kegiatan itu juga sebagai wujud dari kesadaran akademik untuk lebih berperan aktif dalam mengawal pembangunan pertanian berkelanjutan, serta berkontribusi secara nyata dalam memberi solusi dalam pengendalian alternatif OPT selain pestisida.

Kegiatan penyuluhan yang mengusung tema“Strategi Usaha Tani Bawang Merah Ramah Lingkungan” menghadirkan para dosen pertanian Unisa yang memiliki kompetensi dibidangnya masing-masing. Seperti Dr.Ir.Kasman Jaya,M.Si (Lingkungan) menyampaikan materi “Dampak Samping Penggunaan Pestisida Bagi Petani dan Lingkungan”

Dr.Ir.Aris Aksarah Pas, M.P (Agronomi), “Aspek Teknis Budidaya Tanaman Bawang Merah”.

Dr.Ir.Ratnawati, M.P (Fitofatologi), “Pemanfaatan Trichoderma Lokal Dalam Meningkatkan Hasil Tanaman Bawang Merah” dan Dr.Arfan,S.P,M.Sc ( Entomologi) menyampaikan materi “Pengendalian OPT Tanaman Bawang Merah Yang Ramah Lingkungan”

Menurut, Dr. Ir. H. Kasman Jaya, kehadiran mereka ditengah-tengah para petani, khuhususnya di desa Soulove untuk memberikan edukasi, solusi, alternatif pengendalian OPT selain pestisida.
“Dalam penerapan di bidang pertanian, ternyata tidak semua pestisida mengenai sasaran. Kurang lebih hanya 20 persen pestisida mengenai sasaran sedangkan 80 persen lainnya jatuh ke tanah. Akumulasi residu pestisida tersebut mengakibatkan pencemaran lahan pertanian, terbunuhnya musuh alami. Apabila masuk ke dalam rantai makanan, sifat beracun bahan pestisida dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, mutasi, bayi lahir cacat, CAIDS (Chemically Acquired Deficiency Syndrom) dan sebagainya” kata Dr. Kasman pada wartakiat.com, Ahad, (22/12).

Hal senada juga dikemukakan oleh Dr. Arfan, menurut dia, cara pengendalian OPT yang efektif dengan memanfaatkan kearifan lokal dan penggunaan likat kuning.

“Kalaupun menggunakan pestisida haruslah dengan cara bijaksana dengan pestisida yang berbahan aktif abamictin” ujarnya.

Berdasarkan hasil riset atau temuan yang dilakukan oleh Dr. Ir. Hj. Ratnawati baru-baru ini, ia memberikan solusi dengan cara memanfaakan Trichoderma lokal.

“Penggunaan Trichodrema spesifik lokasi ini bisa menekan berbagai jenis penyakit yang biasa mengganggu pertanaman bawang merah” jelasnya

Dr Aris Aksarah, banyak mengurai berbagai aspek teknis budi daya tanaman bawang merah, guna lebih meningkatkan produksi tanaman bawang merah

“Perubahan budi daya yang lagi dikembangkan adalah dengan penggunaan biji bawang merah” ujar Dr.Aris.

Kegiatan penyuluhan pertanian itu mendapat respon yang sangat baik dari petani dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para pemateri.
Kegiatan itu selain dihadiri para petani bawang merah dari desa Souluwe, juga dihadiri kelompok petani dari desa Lolu dan Binangga. Turut hadir, Kepala BPP Kecamatan Sigi Biromaru, SriWinarti,S.P, Pengamat Hama, Syarir, S.P dan PPL didesa Soulowe Yayu dan Ketua Kelompok Tani Sinar Jaya Desa Soulowe Sunardi. (RL)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares