Anisa SS Gimba Sastra Unisa Pukau Penikmat Seni Palu

Anisa SS Gimba Sastra Unisa Pukau Penikmat Seni Palu

Palu-wartakiat | Aksi pertunjukan monolog personil Sanggar Seni (SS) Gimba Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat(Unisa) Palu berhasil memukau puluhan penonton di Perpustakaan Mini Nemu Buku, Jalan Tanjung Balantak, Palu, pekan lalu.

Pertunjukan Monolog Sanggar Seni Gimba Sastra Unisa itu bekerjasama dengan Nemu Buku, dihadiri para pegiat dan penikmat seni se-Kota Palu.

Anisa Saskia Putri tampil apik dengan naskah ‘’Kunci Kotak’’  karya Yusef Muldiana. Mahasiswa semester 1 Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unisa yang tampil kurang lebih 20 menit itu berhasil memukau pengunjung di aula Nemu Buku malam itu.

Naskah “Kunci Kotak” menceritakan suka duka kehidupan seorang janda. Status janda yang selama ini kerap disematkan pada perempuan miskin dan sering menjadi korban pelecehan seksual.

Dalam monolog itu, Anisa mementaskan kehidupan seorang janda yang kerap mendapat stigma buruk di tengah masyarakat. Padahal di sisi lain, seorang janda yang juga perempuan biasa harus bekerja keras mencari nafkah hingga larut malam untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya.

Penampilan apik Anisa juga tidak terlepas dari polesan tangan dingin sang Sutradara, Dili Swarno dibantu kru Ipin TL Ady dkk.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Sastra, Mas’amah Mufti yang hadir langsung dalam pementasan monolog ini memuji secara khusus penampilan SS Gimba khususnya Anisa Saskia Putri.

Menurut Masamah, kegiatan yang dilakukan SS Gimba bekerjasama dengan Nemu Buku itu sekaligus mensosialisasikan Sanggar Seni Gimba Fakultas Sastra Unisa.

‘’Ini bagian dari sosialisasi atau memperkenalkan SS Gimba di Kota Palu. Kita ingin para pegiat seni di Kota Palu semakin eksis dan menunjukkan kreasi dan karyanya kepada masyarakat,’’tandasnya.

Pendiri Nemu Buku, Neni Muhidin mengaku senang bisa bekerjasama dengan Sanggar Seni Gimba dalam pentas monolog yang berlangsung sukses itu.

Dalam kesempatan itu, Neni mengatakan, siap  bekerjasama dalam melestarikan seni budaya khususnya di Kota Palu melalui pementasan atau kegiatan seni lainnya.

‘Kunci Kontak’ ini juga menjadi materi diskusi ringan malam itu yang melibatkan sejumlah aktivis perempuan dan lembaga pemerhati perempuan seperti Libu Perempuan, Sikola Mombine dan Nemu Buku.

Diskusi yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas bagaimana penanganan perempuan yang kerap menjadi korban kekerasan seksual, khususnya penyintas bencana di lokasi Hunian Sementara (Huntara).

 

(RL/SAM)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares