Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional, Kementerian Koperasi dan UKM Gandeng Alkhairaat

Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional, Kementerian Koperasi dan UKM Gandeng Alkhairaat

Palu, wartakiat| Kebesaran nama Alkhairaat menjadi daya tarik tersendiri bagi Kementerian Koperasi dan UKM untuk menjalin kerjasama dibidang kewirausahaan dengan lembaga terbesar di kawasan Timur Indonesia itu.

Kementerian yang kini dipimpin Teten Masduki itu bermitra dengan PB Alkhairaat dalam bentuk pelatihan kewirausahaan bagi pelaku usaha mikro dilingkungan Alkhairaat.

Anang Rahman, perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan kerjasama dimaksud dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pada tatanan kehidupan baru (new normal), sekaligus sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM. Khususnya, bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar tetap eksis dan mampu beradaptasi pada masa pandemi.

“Peserta pelatihan ini adalah pengurus WIA, guru-guru, kepala sekolah, pimpinan pondok pesantren, mahasiswa dan dosen dilingkungan Alkhairaat, mereka ini adalah para pelaku usaha mikro, disini kami berikan pengayaan informasi, khususnya, terkait dengan manajemen kelembagaan,”kata Anang, Sabtu,(26/9), disela-sela pelatihan pemasyarakatan kewirausahaan disalah satu hotel di Palu Barat.

Menurutnya, para pelaku usaha mikro terkadang gagal mendapatkan pembiayaan dari pemerintah karena kurang mendapatkan informasi terkait dengan aspek manajemen kelembagaan usahanya, seperti, NPWP, SIUP dan lain sebagainya.

Pada kesempatan itu dia memaparkan program bantuan Presiden senilai 2,4 juta rupiah bagi pelaku usaha mikro yang sudah memiliki legalitas usahanya, namun bantuan itu tidak berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), meskipun yang bersangkutan memiliki usaha mikro.

“Jadi bagi ASN yang sudah lolos mendapatkan bantuan tersebut, saya sarankan ketika pencarian sebaiknya dikembalikan ke kas negara, sebab resikonya adalah status PNS anda. Jangan hanya gara-gara bantuan 2,4 juta status PNS kita bisa hilang,” ujarnya.

Sementara untuk mendukung kegiatan ini, Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Ali bin Muhammad Aljufri, mengeluarkan surat nomor 478/190/PBA/2020 tertanggal 23 September 2020 ditujukan kepada Ketua Wanita Islam Alkhairaat, Rektor Universitas Alkhairaat, Pimpinan Pondok Pesantren, Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah untuk mengutus perwakilannya mengikuti kegiatan yang dimaksud.

Panitia pelaksana daerah, Dr. Aris Aksarah yang juga dosen senior fakultas Pertanian Unisa itu menambahkan, untuk pelatihan Vocational bagi SDM UMKM di daerah Pariwisata bidang pengolahan kelapa menjadi kopra putih dilaksanakan selama tiga hari hingga Senin, (29/9). Sementara untuk pelatihan pemasyarakatan kewirausahaan pelaksanaanya  satu hari dibagi dua sesi dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

“Untuk pemasyarakatan kewirausahaan kami juga menghadirkan owner tahu Super Afifah H. Sarfan Rinaldi sebagai narasumber, alhamdulillah usai kegiatan itu, dekan fakultas Pertanian yang juga sebagai peserta langsung menjejaki kerjasama untuk program magang mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (THP), dalam rangka melaksanakan program merdeka belajar kampus merdeka, “pungkasnya.(rl)

Ridwan Laki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares