Mahasiswa Faperta UNISA Palu Gelar Aksi Kumpul Sampah Sayuran di Pasar Inpres Manonda

Mahasiswa Faperta UNISA Palu Gelar Aksi Kumpul Sampah Sayuran di Pasar Inpres Manonda

Palu- Wartakiat| Peringati hari Tani Nasional, Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Alkhairaat (UNISA), Palu gelar aksi kumpul sampah organik  sayuran di pasar Inpres Manonda Palu, Sabtu sore, (24/9).

Aksi yang dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Pertanian UNISA menyisir sisi selatan pasar, khususnya diareal lapak pedagang sayur jalan Cempedak dan sekitarnya. Berbekal kantongan plastik berukuran besar mereka memungut sampah sayuran dan buah yang berserakan dan bertumpuk tidak tertata rapi.

Ahmad Fadilah, koordinator aksi, mengatakan, aksi kumpul sampah organik yang mereka lakukan di pasar Inpres itu berawal dari keprihatinan mereka dengan banyaknya sampah, khususnya sisa sayuran yang hanya dibiarkan berserakan begitu saja, yang kemudian menimbulkan bau tak sedap.

Mahasiswa Program Studi Agroteknologi angkatan 2021 itu, mengatakan, sampah sayuran itu akan mereka olah menjadi bahan pokok pembuatan pupuk organik dibawah bimbingan Dr Ir Aris Aksarah Pas, M.P dan dosen lainnya.

“Jadi selama ini kita melihat bahwa sangat banyak sampah pasar yang dibuang oleh penjual terutama sampah organik, itu juga menjadi masalah, jadi kotoran yang mengganggu, baunya menyengat, di lingkungan pasar, kami mencoba berpikir bagaimana memanfaatkan sampah pasar kita ubah menjadi pupuk organik yang bisa di manfaatkan,”jelasnya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Dr Aris Aksarah, dosen senior yang turut menyertai aksi mahasiswa itu mengatakan, sampah organik sisa sayuran bisa menjadi bahan pokok pupuk organik, jadi sampah sisa sayuran itu tidak terbuang percuma ke tempat pembuangan akhir bercampur dengan sampah plastik.

Selain itu, kata inisiator aksi pungut sampah organik itu, membantu program pemerintah kota Palu meraih piala Adipura, paling tidak, pasar selalu terlihat bersih, volume sampah berkurang.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, bisa memotivasi warga kota Palu untuk bersama-sama menjadikan pasar Inpres Manonda menjadi pasar yang Indah, nyaman dikunjungi oleh pembeli.

Pada bagian lain, Ketua Senat Universitas Alkhairaat itu akan melibatkan Himpunan Mahasiswa Agroteknologi, mahasiswa pencinta alam, Fakultas Pertanian UNISA untuk membuat produk pupuk kompos yang mempunyai nilai ekonomis.

“Insya Allah kita akan buat kemasan yang menarik, nanti kita beri merek pupuknya. Sebagai akademisi kita ikut beperan bergerak dibidang pertanian menyumbangkan pikiran untuk menghasilkan pupuk kompos dari sampah organik yang bisa di pasarkan ke petani, membantu petani dengan harga lebih murah,”jelasnya.

Reporter: Moh. Idan
Editir: Ridwan Laki

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.