Teliti Toleransi Beragama: Dosen FAI UNISA Palu Selesaikan Studi Doktoralnya di UIN Datokarama Palu
Palu-WartakiatΙ Dosen Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Alkhairaat (UNISA), Palu Minan Nur menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dalam jangka waktu tiga tahun sepuluh bulan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), 3, 81, predikat sangat baik.
Mengangkat judul disertasi, “Peran Pelatihan Literasi Beragama Lintas Budaya dalam meningkatkan Nilai Toleransi Guru di Kota Palu” Minan Nur berhasil meyakinkan penguji eksternal Dr. Ratman, S.Pd., M.Si, dari Universitas Tadulako, Penguji Utama I Prof. Dr. Hamlan, M.Ag, Penguji Utama II Dr. H. Ubadah, S.Ag.,M.Pd dan Promotor Prof. H. Nurdin, S.Pd.,S.Sos.,M.Com.,Ph.D serta Co. Promotor Dr. Hj. Adawiyah, Pettalongi, M.Pd.
Dihadapan penguji, Minan Nur memaparkan, pelatihan literasi keagamaan lintas budaya, dapat meningkatkan toleransi guru di Kota Palu, serta mampu membangun kemampuan guru dalam memahami ajaran agamanya sendiri, mengenali tradisi keagamaan, dan budaya orang lain secara objektif. Hasil penelitiannya membuktikan, dengan mengembangkan keterampilan berdialog, berkolaborasi dan hidup berdampingan dalam masyarakat yang mejemuk, guru mampu menginternalisasikan nilai-nilai toleransi dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sosial di sekolah.
Menjawab pertanyaan penguji terkait pemilihan lokasi penelitian, Minan Nur menjawab pemilihan Kota Palu bukan tanpa alasan, Kota Palu memiliki masyarakat yang multikultural serta sekolah-sekolah yang telah mengikutsertakan guru dalam pelatihan Literasi Keagamaan Lintas Budaya. Kondisi ini, memberikan peluang untuk mengkaji bagaimana pelatihan tersebut dilaksanakan, sejauh mana efektivitasnya, dan bagaimana perannya dalam mengembangkan nilai toleransi guru.
Minan Nur yang ditemui media ini, Senin, (3/8), mengatakan, penelitiannya itu dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan program peningkatan kompetensi guru dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, moderat, dan berorientasi pada penguatan kerukunan di lingkungan sekolah.
Dia menyebut, pentingnya penguatan sikap toleransi dalam masyarakat multikultural di Kota Palu, khususnya di lingkungan pendidikan. Pemahaman dan praktik Pendidikan guru yang masih rentan terhadap konflik, menuntut adanya suatu program dalam mencegah berkembangnya isu-isu perpecahan. Dia mencontohkan bagaimana pelaksanaan pelatihan LKLB, bagaimana efektivitas pelatihan LKLB, serta bagaimana dampak pelatihan LKLB pada pembelajaran yang dilaksanakan guru di Kota Palu.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pelatihan LKLB dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, analisis kebutuhan, penetapan sasaran peserta, pelatihan daring dan hybrid, penyampaian materi oleh pakar dan praktisi, serta evaluasi dan umpan balik peserta. Pelatihan berlangsung interaktif dan kolaboratif sehingga mendorong peserta memahami serta menginternalisasi nilai-nilai toleransi.
Pelaksanaan ini sejalan dengan teori interaksi sosial dan multikulturalisme yang menekankan dialog, penghargaan terhadap perbedaan, dan pembelajaran berbasis pengalaman sosial. Efektivitas pelatihan terlihat dari peningkatan kompetensi guru pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sosial, meliputi pemahaman keberagaman, sikap terbuka dan empatik, kemampuan komunikasi lintas budaya, pengelolaan kelas inklusif, serta penyelesaian konflik secara toleran. Pelatihan juga berdampak pada praktik pembelajaran melalui integrasi nilai toleransi, penerapan metode multikultural, terciptanya interaksi sosial yang harmonis, budaya sekolah yang lebih toleran, serta berkembangnya sikap terbuka dan kerja sama peserta didik dalam lingkungan belajar yang kondusif.
Minan Nur juga menyebutkan dampak dari penelitiannya ini dapat dijadikan rool model pengembangan profesional guru dalam meningkatkan kompetensi pengelolaan keberagaman di kelas. Selain itu, mengintegrasikan nilai toleransi dalam perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, interaksi di sekolah, terbentuknya hubungan yang lebih harmonis antar guru maupun antar guru dan peserta didik, kemampuan bekerja sama dalam kelompok yang heterogen, peserta didik menunjukan sikap terbuka terhadap keragaman dan tercipta lingkungan nyaman belajar, serta dalam kebijakan sebagai program strategis dalam penguatan moderasi beragama di sektor pendidikan, diperlukan dukungan kebijakan sekolah untuk memastikan implementasi hasil pelatihan berjalan optimal.
Turut hadir Rektor Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Dr. Muhammad Yasin, S.E.,M.P, Ketua Senat UNISA Palu, Prof. Dr. Ir. H. Kasman Jaya, M.Si, Dekan FAI UNISA Palu, Dr. Abd. Gafar Mallo, M.HI, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Dr. H. Haerollah M. Arief, M.HI, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palu, pejabat Universitas Alkhairaat dan pejabat Fakultas Agama Islam.
Laporan : Humas Unisa Palu*
