H. Muhammad Syamsi Ali, Lc.,M.A.,Ph.D dan Jembatan Peradaban
Oleh: Prof. Dr. Ir. H. Kasman Jaya Saad, M.Si.*
Pagi tadi, Jum’at (15/10/26) saya berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Ustadz H. Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D. Presiden Nusantara Foundation di Amerika Serikat, Imam Besar di Islamic Cultural Center of New York.
Dalam perjumpaan itu, saya menyerahkan buku Harmoni dengan Alam, sebuah ikhtiar kecil untuk berbagi gagasan tentang hubungan manusia dengan alam dan tanggung jawab moral dalam merawat kehidupan.
Dari percakapan kami, dan termasuk dalam International Guest Lecture atau kuliah tamu yang beliau berikan di Unisa Palu tadi pagi,saya menangkap,bahwa beliau tidak sekadar menjalankan peran sebagai imam yang membimbing umat, tetapi juga berupaya membangun jembatan peradaban, membangun pemahaman antara muslim dan masyarakat luas.
Melalui dialog, pendidikan, dan perjumpaan lintas agama, beliau menunjukkan bahwa perbedaan tidak harus melahirkan kecurigaan. Perbedaan justru dapat menjadi ruang untuk saling mengenal dan membangun kepercayaan.
Di negara seperti Amerika, menurut beliau Islam selalu dipersepsikan melalui pemberitaan tentang konflik dan kekerasan, bukan melalui nilai rahmat, keadilan, kasih sayang, dan kemanusiaan yang diajarkannya.
Itu sebab kami hadir, lanjut beliau, bukan hanya menghadirkan Islam semata-mata melalui penjelasan lisan, melainkan melalui sikap dan keteladanan. Islam tidak cukup hanya dijelaskan, ia perlu diperlihatkan dalam cara manusia memperlakukan sesamanya. “Tugas kita bukan sekadar membuat orang lain mengetahui siapa kita, melainkan membantu mereka memahami nilai-nilai yang kita perjuangkan melalui cara kita hidup.
Islam itu akan lebih mudah dipahami ketika rahmatnya tidak hanya terdengar dalam kata-kata, tetapi juga terasa dalam kehadiran dan perbuatan” tutup Dr.Syamsi Ali.
Penulis adalah; Guru Besar pertama di Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu*