Prof.Dr. H.Zainal Abidin Sebut Mahasiswa Sasaran Empuk Faham Radikalisme

Prof.Dr. H.Zainal Abidin Sebut Mahasiswa Sasaran Empuk Faham Radikalisme

Palu-Ketua Majelis Ulama Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin menyebutkan, mahasiswa menjadi sasaran empuk faham radikalisme.

“salah satu yang yang disasar adalah mahasiswa, karena dinilai masih labil dan gampang dipengaruhi, karena mahasiwa cenderung melawan, merasa dirinya paling benar. Ruang inilah yang dimanfaatkan kelompok tertentu untuk ‘mencuci” otak mahasiswa itu,” kata Prof Zainal saat menjadi narasumber Seminar “Peran Pemuda dalam Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Sulawesi Tengah melalui Empat Pilar yang digelar HPA Kota Palu, Sabtu Malam, (26/10) di kampus Unisa.

Ketua Forum Komunikasi Antar Ummat Beragama (FKUB), Provinsi Sulawesi Tengah itu juga mengingatkan para Rektor agar mengawasi para mahasiswa agar tidak terpapar faham radikalisme di kampus.

Mantan Rektor IAIN Palu itu menyebutkan ciri-ciri mahasiswa yang diduga sudah terpapar faham radikalisme antara lain, memiliki sikap tidak toleran. Tidak mau menghargai pendapat orang lain. Sikap fanatik berlebihan, merasa kelompoknya paling benar dan menganggap yang lain salah.

Selain itu, memiliki sikap ekslusif, selalu menyendiri atau hanya dengan kelompoknya saja, tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan yang terakhir kata Prof Zainal, memiliki sikap Revolusioner, mereka tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya.

Selain mahasiswa, mereka juga menyasar masyarakat awwam yang memiliki pengetahuan agama rendah dan anak-anak korban konflik yang didoktrin dengan jihad.

Menurut Prof Zainal, untuk menangkal faham radikalisme tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung jawab bersama, dengan kembali pada kearifan lokal yang diajarkan oleh orang tua terdahulu yang memiliki tutur kata yang sopan santun dan arif.

Namun ia tidak menampik jika faktor penyebab munculnya faham radikalisme disebabkan dari faktor pemikiran, faktor ekonomi dan politik.

“untuk mengelabui orang bodoh, maka mareka membungkus kebathilan atas nama agama,”jelasnya.

Selain Prof Zainal, tiga narasumber lainnya yang menjadi pembicara pada seminar itu adalah Dr. Fachrudin D Yambas, Dr. Nur Sangadji dan Hardi Ligua.(RL)

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares